Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kasus Pernikahan Manusia dengan Domba

Anggota DPRD Gresik Dua Kali Mangkir dari Panggilan Polisi

Caption foto Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Aziz

Gresik (beritajatim.com) – Kasus penistaan agama perkawinan manusia dengan domba memasuki babak baru. Polisi sudah mengeluarkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Namun demikian Polres Gresik belum menetapkan tersangka . Kasus yang menghebohkan masyarakat ini tetap dilanjutkan.

Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Aziz menuturkan, kasus penistaan agama ini statusnya sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. “Kami sudah melakukan pemeriksaan beserta saksi-saksi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Malahan anggota dewan yang memfasilitasi untuk kegiatan mangkir dua kali saat diperiksa sebagai saksi,” tuturnya, Sabtu (25/6/2022).

Alumni Akpol 2002 ini mengatakan, dalam kasus ini pihaknya berhati-hati sebelum menetapkan tersangka. Pasalnya, dibutuhkan beberapa saksi ahli menyangkut UU ITE serta dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik terkait ada unsur penistaan agama.

“Saya berharap masyarakat bersabar karena kami melangkah sesuai dengan prosedur dan hati-hati melengkapi berkas sebelum menetapkan tersangka,” katanya.

Ia menambahkan, sebelum mengarah ke tersangka jajaran satreskrim nantinya ada gelar perkara dan tetap berkordinasi dengan jajaran dari unsur terkait. “Dalam gelar perkara itu nantinya ada tersangka utama dan tersangka kedua serta penyerta lainnya,” imbuhnya.

Saat ditanya alasan anggota Dewan Gresik yang mangkir dua kali dari panggilan sebagai saksi, Mochammad Nur Aziz mengatakan bahwa anggotanya sudah melayangkan surat pemberitahuan dua kali. Namun, yang bersangkutan tidak hadir.

“Alasan tidak hadir kami tidak tahu. Tapi kami sudah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan dua kali,” pungkasnya. [dny/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar