Gresik (beritajatim.com) – Imbas hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan 8 desa, di dua kecamatan Pulau Bawean tergenang air setinggi 20 hingga 40 cm.
Selain menyebabkan banjir, kejadian tersebut juga membuat beberapa rumah warga atapnya terbang disapu angin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Soegito menuturkan, terkait kejadian itu pihaknya belum bisa berbuat banyak karena secara geografis daerah yang terdampak bencana berada di Pulau Bawean.
“Karena cuaca belum memungkinkan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kami hanya saling bertukar informasi melalui via medsos,” tuturnya, Selasa (22/01/2019).
[berita-terkait number=”3″ tag=”gresik”]
Berdasarkan data BPBD Gresik, 8 desa yang tergenang air. Diantaranya, Desa Dekat Agung. Jalan desa tergenang air 10 hingga 20 cm. Selain jalan desa areal persawahan seluas 2 hektar juga tergenang. Selanjutnya, Desa Teluk Dalam. Jalan desa tergenang 10-20 cm serta areal sawah seluas 3 hektar.
Hal yang sama dialami di Desa Bengkosobung. Sebanyak 20 Rumah tergenang dengan ketinggian 10-15 Cm. Serta jalan desa terendam 10-20 cm. Sementara areal persawahan seluas 5 hektar terendam 20-35 Cm.
Demikian juga di Desa Daun, areal persawahan tergenang dengan ketinggian 30-40 cm dengan luas 4 hektar. Desa Lebak jalan desa terendam 20-35 cm serta menggenangi sawah seluas 2 hektar.
Desa Kotakusuma areal persawahan tergenang dengan ketinggian 20-30 cm serta menggenai sawah 2 hektar.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Sawahmulya. Dimana, areal persawahan tergenang dengan ketinggian 20-30 cm dengan luas 3 hektar.
“Semua desa itu masuk wilayah Kecamatan Sangkapura,” ungkap Tarso.
Sedangkan di Kecamatan Tambak lanjut dia, hanya satu desa yang terdampak yakni Desa Tanjungori. Jalan desa tergenang 10-20 cm serta jalan desa tertutup akibat pohon tumbang.
“Kami terus berkordinasi dengan pihak kecamatan Sangkapura, Tambak. Termasuk juga dengan perangkat desa. Berdasarkan laporan yang masuk untuk sementara tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. [dny/ted]






