Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras menguyur sejumlah wilayah Mojokerto Raya, Kamis (12/1/2023). Hujan yang terjadi selama dua jam dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan pemukiman padat penduduk di tengah Kota Mojokerto tergenang air.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Pemukiman padat penduduk ini, untuk kali pertama di awal 2023 disambangi banjir. Air dengan ketinggian sekitar 15 cm tersebut masuk ke jalan dan beberapa rumah.
Salah satu warga, Uripa (65) mengatakan, hujan terjadi sekira pukul 15.00 WIB. “Mulai asar sekitar jam tiga. Iya deres (lebat). Sekitar dua jam, ini kali pertama di tahun ini masuk rumah. Karena rumahnya memang agak rendah daripada rumah lain, hampir sama dengan jalan,” ungkapnya.
Air masuk ke dalam rumah setinggi mata kaki. Padahal antara teras rumah dengan jalan sudah diberi pondasi agar jika terjadi banjir, air tidak sampai masuk rumah. Namun diduga karena hujan yang terjadi cukup lama dan intensitas tinggi sehingga air hujan yang mengenangi jalan masuk ke dalam rumah.
“Biasanya surut cepat, hujan berhenti langsung surut. Ini lama surutnya. Makanya depan rumah ini dikasih kursi agar tidak dilewati kendaraan. Karena jika dilewati kendaraan, ada ombak dan air akan masuk ke rumah,” katanya.
Sementara itu, Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Achmad Kurniawan mengatakan, hujan menguyur Kota Mojokerto sekitar pukul 15.30 WIB. “Hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi wilayah Kota Mojokerto. Hampir menyeluruh,” jelasnya.
Hujan dengan durasi sekitar dua jam tersebut terpantau dari update Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda dan Aplikasi Sijaripena Kota Mojokerto. Akibatnya, lanjut Wawan (sapaan akrab, red), sebagian jalan protokol di tiga kecamatan tersebut tergenang air.
“Seperti Jalan Mojopahit, Jalan HOS Cokrominoto dan beberapa jalan yang menjadi langganan genangan air saat hujan deras terjadi. Ketinggian air bervariasi, sekitar 10 sampai 30 cm, namun kondisi genangan air itu terjadi tidak terlalu lama, saat hujan reda kondisi genangan air pun berangsur-angsur surut,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-mojokerto”]
Ini lantaran di wilayah Kota Mojokerto sudah ada pompa air yang sudah diaktifkan saat kondisi hujan deras dengan durasi lebih dari 1 jam. Ada sebanyak 14 pompa air yang dipasang di titik rawan banjir yang ada di Kota Mojokerto. Sehingga pihaknya berharap kepada masyarakat Kota Mojokerto untuk berperan aktif.
“Saling mengingatkan kepada warga lain bilamana ada warga yang membuang sampah di aliran selokan dan sungai. Karena berawal dari kecil pun bisa menyebabkan banjir terjadi besar terjadi, namun alhamdulilah untuk wilayah Kota Mojokerto sampai saat ini kondisi banjir masih terkendali dan masyarakat masih bisa beraktifitas seperti biasa,” tegasnya. [tin/suf]







