Jombang (beritajatim.com) – Hujan disertai angin kencang terjadi di Desa Balongsari Kecamatan Megaluh dan sekitarnya, Rabu (17/1/2024) petang. Akibatnya, pohon jati yang ada di tepi jalan tumbang menimpa pagar sekolah dasar.
Selain itu, deretan warung yang ada di Jl Raya Balongsari juga poran poranda. Ada yang nyaris roboh, ada pula warung yang atapnya terpang disapu angin kencang. Kemudian, atap Taman Kanak-kanak (TK) Baitussalam juga tertimpa pohon.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ketika angin reda, warga bergotong-royong membersihkan pohon tumbang dan warung yang berantakan. Namun, evakuasi pohon jati yang menimpa sekolah belum bisa dilakukan. Pasalnya, warga tidak ada yang memiliki gergaji mesin.
“Warung yang rusak milik saya. Kemudian milik Hari, Suci, dan Susilo. Kerusakannya beragam. Tapi kebanyakan atapnya terbang karena diterpa angin kencang,” ujar Liska (28), salah satu pemilik warung.
Liska mengatakan, petaka itu berawal ketika mendung tebang menggantung di langit Desa Balongsari. Sejurus kemudian hujan mengguyur dari langit. Nah, saat itulah angin kencang juga berhembus. Bergulung-gulung dari arah utara.
Dalam sekejab deretan warung di sepanjang jalan Balongsari porak-poranda. Atapnya terbang entah kemana. Lalu disusul suara berdabam. Yakni pohon jati yang ambruk menimpa pagar sekolah dasar. “Kejadiannya sangat cepat,” lanjutnya.
Hari (40), warga lainnya menambahkan. Saat ini warga melakukan gotong-royong guna bersih-bersih. Pohon yang tumbang dipotong dan dipinggirkan. “Namun untuk pohon yang menimpa pagar sekolah belum kita evakuasi, karena minimnya peralatan,” pungkas Hari.
Angin kencang juga menerjang kawasan Kecamatan Sumobito Jombang. Akibatnya, pohon yang ada di tepi jalan raya Peterongan – Sumobito ambruk ke tengah jalan. Para pengguna jalan harus menghentikan kendaraan.
Mereka meminggirkan pohon yang ukurannya tidak terlalu besar tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun lalu lintas sempat macet, karena kendaraan berhenti. Sedangkan sopirnya turun untuk bergotong-royong mengevakuasi pohon tersebut. [suf]






