Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak Selasa malam memicu terjadinya longsor di sejumlah titik jalur nasional Ponorogo–Pacitan. Material tanah dan kayu yang terbawa longsoran, menutup sebagian badan jalan. Sehingga arus lalu lintas terpaksa diberlakukan sistem buka tutup. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas di kawasan rawan tersebut.
“Rencananya petugas akan menerjunkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material longsor,” ujar Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, Rabu (15/4/2026).
Salah satu titik longsor terparah terjadi di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Rabu (15/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Longsoran dengan ketinggian tebing mencapai sekitar 35 meter dan lebar mahkota lima meter itu, menutup separuh badan jalan nasional. Material yang bercampur tanah dan kayu lapuk juga menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara.
“Hujan deras yang mengguyur sejak malam diduga menjadi pemicu utama longsor di kawasan tersebut,” katanya.
Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan pemadam kebakaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Pembersihan material longsor dilakukan secara manual agar akses jalan tetap bisa dilalui meski terbatas. Selain itu, penyemprotan badan jalan dilakukan guna mengurangi licinnya permukaan aspal demi keselamatan pengguna jalan.
“Penyemprotan jalan juga akan dilakukan agar kondisi aspal tidak licin dan aman dilalui kendaraan,” jelas AKP Pitoyo.
Sementara itu, Camat Slahung, Nurhuda, mengungkapkan bahwa longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 9 titik longsor di sepanjang jalur nasional Ponorogo–Pacitan, dengan titik terparah berada di wilayah Desa Wates. Kondisi ini menunjukkan tingginya risiko bencana di jalur tersebut saat curah hujan meningkat.
“Data dari petugas menyebutkan terdapat 9 titik longsor di sepanjang jalur nasional tersebut, longsor terbesar terjadi di Desa Wates,” ungkapnya.
Hingga berita ditulis, petugas masih menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor. Diharapkan, dengan dukungan alat berat, akses jalur nasional Ponorogo–Pacitan bisa segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama. Pengendara pun diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Petugas masih menunggu alat berat agar pembersihan bisa lebih cepat dan akses kembali normal,” pungkasnya. [end/aje]






