Jember (beritajatim.com) – Cagub nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa mengaku senang dengan gelaran kampanye akbar yang antusias disambut pendukungnya. Meski dalam prosesnya sempat dilanda hujan deras.
“Acara ini berjalan lancar, aman dan semua berjalan baik. Kalau pun ada hujan, itu berkah bagi kita semua,” kata Khofifah kepada wartawan di Jember Sport Garden, Minggu (10/11/2024) sore.
Setelah ini, Khofifah akan melanjutkan menyapa masyarakat untuk Kampanye Akbar yang kedua pada 23 November 2024 di JX International Surabaya.
Ketua Tim Pemenangan Provinsi (TPP) Khofifah-Emil Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno menambahkan, kalau massa yang hadir melebihi prediksi sebelumnya. Ia menyebut yang hadir ke Stadion JSG sebanyak 55 ribu orang.
“Jadi massa yang hadir diprediksi 40 ribu lebih, malah hari ini yang hadir sekitar 55 ribu lebih,” katanya.
Dengan antusiasme tersebut, ditambah adanya dukungan secara terbuka dari Denny Caknan, ia optimistis paslon Khofifah-Emil mendapatkan 75 persen suara pada Pilgub Jatim 2024 ini.
“Target kita 75 persen,” tukas Boedi.
Meskipun sempat hujan deras, tidak menyurutkan semangat dan membuat emak-emak dari Muslimat NU untuk beranjak. Mereka tetap setia mendengarkan orasi politik Khofifah di tengah lapangan. Dalam orasinya, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari nelayan, buruh, petani, guru, kiai, dan santri agar bersatu memenangkan Khofifah-Emil pada tanggal 27 November 2024.
Mantan Mensos RI itu menyampaikan prestasinya selama lima tahun memimpin Jawa Timur, mulai dari keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan ekstrem, hingga keberhasilannya menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
Capaian tersebut, menurut Khofifah, tidak terlepas dari semangat masyarakat Jawa Timur untuk terus berinovasi, mulai dari nelayan, peternak, dan para petani.
“Pertumbuhan investasi di Jawa Timur juga cukup baik, sehingga karyawan dan buruh juga lebih sejahtera. Termasuk juga capaian dalam bidang Industri manufaktur di Jawa Timur meningkat melalui target nasional,” katanya.
Khofifah juga menyebut guru PPPK. Jumlah guru yang lulus PPPK di Jawa Timur lebih banyak dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. “Jumlah PPPK Jawa Timur terbanyak dibandingkan jumlah PPPK di provinsi lain. Semoga pada periode berikutnya semakin bertambah,” ucapnya.
Sebelum mengakhiri orasinya, Khofifah berterima kasih kepada aparat TNI/Polri yang telah mengamankan kegiatan kampanye akbar. Dia meminta maaf kepada masyarakat Jember karena arus lalu lintas menjadi tidak normal dengan adanya kegiatan tersebut.
“Saya mohon maaf kepada warga Jember yang terpaksa harus memutar karena jalan tertutup, karena kegiatan kami. Jadi, saya sama Mas Emil minta maaf, dan terima kasih sama petugas Polisi yang mengatur lalu lintas agar lancarnya jalanan Jatim,” terangnya.
Sementara, Emil Dardak dalam orasinya menyampaikan bahwa Khofifah merupakan Gubernur Jawa Timur yang mendapatkan pengakuan tingkat internasional. Khofifah merupakan salah satu perempuan muslim yang masih dalam 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Khofifah juga ditetapkan sebagai Gubernur terbaik di Indonesia.
Tak hanya itu, Khofifah merupakan pemimpin yang memiliki kepedulian dalam bidang Pendidikan. Karenanya, ia menyiapkan beasiswa sarjana, pascasarjana, hingga doktoral. Tak hanya bagi masyarakat yang menempuh Pendidikan dalam negeri, tetapi juga berlaku bagi Masyarakat yang menempuh Pendidikan di luar negeri, seperti Al-Azhar Kairo, Mesir.
“Dalam bidang pendidikan, kami akan terus memberikan program Pendidikan gratis tingkat SMA/SMK. Sementara sekolah swasta, kami berikan bantuan operasional,” katanya.
Dalam bidang infrastruktur, Khofifah telah membangun jalan provinsi sepanjang 250 km. Termasuk melakukan pelebaran jalan dengan bekerja sama dengan pemerintah pusat di jalan Probolinggo-Lumajang.
Program yang berpihak kepada petani juga terus dikembangkan. Salah satunya untuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani.
“Dalam lima tahun terakhir kami juga telah membantu 10 ribu UMKM go digital. Lima tahun berikutnya kami target ada 100 ribu UMKM di Jawa Timur yang go digital,” pungkasnya. [tok/aje]






