RINGKASAN BERITA:
- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyiapkan 177 hotel utama dan lima hotel cadangan di Makkah untuk menampung 203.320 jemaah haji reguler.
- Akomodasi jemaah tersebar di lima wilayah strategis yakni Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah yang terbagi dalam 10 sektor pelayanan.
- Fasilitas hotel telah dilengkapi dengan kebutuhan harian jemaah seperti mesin cuci, area jemuran, musala, restoran, hingga kursi roda bagi lansia dan disabilitas.
- Jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan mulai bergeser dari Madinah menuju pemondokan di Makkah pada 30 April 2026.
- Hotel Emaar Al Diyafa di kawasan Syishah menjadi salah satu titik kesiapan dengan kapasitas tampung mencapai 2.600 jemaah Indonesia.
Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan 177 hotel di Makkah telah siap menampung 203.320 jemaah haji reguler pada musim operasional haji 1447 H/2026 M. Selain bangunan utama, otoritas juga menyiagakan lima hotel cadangan di wilayah Syishah guna mengantisipasi dinamika kebutuhan akomodasi di lapangan.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pengecekan kesiapan fasilitas dilakukan langsung oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, pada Sabtu (25/4/2026). Inspeksi ini bertujuan menjamin standarisasi layanan sebelum jemaah gelombang pertama mulai bergeser dari Madinah ke Makkah yang dijadwalkan pada 30 April 2026 mendatang.
Ihsan Faisal merinci bahwa 177 hotel tersebut tersebar secara strategis di 10 sektor yang mencakup lima wilayah utama, yaitu Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Lokasi-lokasi ini dipilih untuk memudahkan mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram.
“Secara umum hotel di Makkah sudah siap menerima jemaah haji Indonesia. Semua fasilitas telah disiapkan,” tegas Ihsan Faisal saat meninjau Emaar Al Diyafa Hotels yang berfungsi sebagai kantor sekretariat Sektor 2 di kawasan Syishah.
Fasilitas Penunjang dan Layanan Lansia
Manajemen akomodasi tahun ini memberikan perhatian khusus pada fasilitas harian yang dapat meringankan beban fisik jemaah. Setiap hotel diwajibkan menyediakan mesin cuci dan tempat jemuran yang memadai, musala untuk ibadah harian, serta restoran atau tempat makan bersama.
Selain itu, sejalan dengan komitmen haji ramah lansia, penyediaan kursi roda bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas menjadi perangkat wajib di setiap pemondokan. Hal ini dilakukan untuk memastikan jemaah dari berbagai daerah, termasuk rombongan besar asal Jawa Timur, mendapatkan hak layanan yang setara dan nyaman.
Salah satu titik pantauan utama adalah Hotel nomor 206, Emaar Al Diyafa Hotels di sektor 2 kawasan Syishah. Hotel ini diproyeksikan menjadi tempat tinggal bagi 2.600 jemaah haji Indonesia selama berada di Kota Suci Makkah.
Dengan sistem yang kini semakin terintegrasi melalui Kartu Nusuk, proses penempatan jemaah di 177 hotel tersebut diharapkan berjalan lebih tertata. PPIH Arab Saudi juga terus memperkuat koordinasi dengan pihak syarikah (perusahaan penyedia layanan) untuk menjamin kualitas sanitasi dan ketersediaan air bersih tetap terjaga hingga puncak wukuf nanti. [ian/MCH]






