Surabaya (beritajatim.com) – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Hotel Ciputra World Surabaya menggelar acara ngabuburit dan buka puasa bersama yang melibatkan anak yatim piatu, dhuafa, serta rekan-rekan disabilitas. Acara yang berlangsung di Victory Ballroom ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Jawa Timur, KONI Jawa Timur, Kumpul Dongeng, Tatuli, Etnapraya, Yayasan Masjid Cheng Ho, Campina, LSP Aresta, Trekkers, dan Ladang Lima.
Selain sebagai momentum berbagi di bulan Ramadhan, acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional dengan menampilkan berbagai bakat perempuan hebat.
Anak-anak disambut dengan penuh semangat oleh Bernie, maskot Swiss-Belhotel International, serta Happy Cow, maskot Campina. Acara dibuka dengan sesi dongeng oleh Kak Inge Ariani dari Kumpul Dongeng, yang berkolaborasi dengan Abidah Nur Zahro Aulia Umama dari Tatuli, komunitas disabilitas tuna rungu.
Selain mendengarkan dongeng, peserta juga diajak belajar bahasa isyarat, menciptakan suasana ngabuburit yang lebih interaktif dan edukatif. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi mewarnai karakter Bernie dan Happy Cow, yang kemudian ditempelkan pada stik es krim untuk menciptakan karya seni berbentuk wayang.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kreativitas, imajinasi, serta kecintaan terhadap seni bagi anak-anak yatim dan disabilitas.
Selain sesi interaktif, acara juga menampilkan bakat luar biasa dari anak-anak disabilitas, seperti tari Remo oleh anak down syndrome dan pertunjukan band dari rekan-rekan autis Touch Heart Band, yang membawakan dua lagu untuk menghibur tamu undangan.
Tak ketinggalan, para atlet wushu wanita seperti Maria Angel, Celeste Maximilian, dan Asma’ Ghaitsani juga menampilkan aksi memukau sebagai bentuk representasi perempuan hebat, tangguh, dan berprestasi.
Jeffry Febrianto, General Manager Hotel Ciputra World Surabaya, menyampaikan bahwa acara tahun ini lebih istimewa karena melibatkan tidak hanya anak yatim piatu dan dhuafa, tetapi juga rekan-rekan disabilitas.
“Banyak sekali bakat-bakat luar biasa dari rekan disabilitas yang mungkin jarang kita ketahui. Seperti anak tuna rungu yang bercerita, tari Remo dari anak-anak down syndrome, serta band dari rekan-rekan autis yang memiliki talenta luar biasa. Selain itu, acara ini juga memperingati Hari Perempuan Internasional, di mana banyak rangkaian acara dibawakan oleh perempuan hebat yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Kami berharap kolaborasi ini bisa terus terjalin untuk menciptakan kebahagiaan bagi anak-anak yatim piatu, dhuafa, dan disabilitas,” ujar Jeffry.
Sebagai bentuk apresiasi, beberapa peserta diberikan hadiah secara simbolis oleh Iis Hendro dan Jeffry Febrianto. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Hisyam Hidayat sebelum berbuka puasa.
Setelah serangkaian aktivitas inspiratif, acara ditutup dengan buka puasa bersama. Anak-anak terlihat sangat ceria menikmati hidangan lezat yang disediakan, ditambah dengan es krim Campina sebagai penutup manis. Selain itu, mereka juga pulang dengan membawa berbagai hadiah sebagai kenang-kenangan dari acara ini.
Acara ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial dapat menciptakan kebahagiaan bagi sesama, terutama di bulan suci Ramadhan. [uci/beq]






