Surabaya (beritajatim.com) — Komunitas olahraga di Indonesia, khususnya hybrid fitness, terus menunjukkan perkembangan pesat. Untuk memperkenalkan standar latihan internasional, Arvo Training menghadirkan atlet hybrid racing dunia, Hong Beom Seok dalam sesi HYROX workout yang digelar di Surabaya, Sabtu (7/3/2026).
Kehadiran atlet asal Korea Selatan tersebut menjadi kesempatan bagi para pecinta kebugaran untuk mengenal lebih dekat konsep hybrid training, yakni metode latihan yang menggabungkan kekuatan otot (strength) dan daya tahan tubuh (endurance).
Menurut Josephine Christabel dari Arvo Training, perkembangan komunitas hybrid fitness di Indonesia saat ini tergolong sangat cepat. Kehadiran atlet internasional dinilai dapat memberikan gambaran langsung mengenai standar latihan serta kompetisi global.
“Komunitas hybrid fitness di Indonesia berkembang sangat cepat. Kehadiran atlet internasional seperti Hong membantu memberikan exposure terhadap standar latihan dan kompetisi global, sehingga atlet lokal bisa belajar langsung dari yang terbaik,” ujarnya.
Secara global, olahraga HYROX tengah mengalami pertumbuhan signifikan. Kompetisi ini menggabungkan berbagai latihan kekuatan dengan lari dalam satu rangkaian perlombaan.
Dalam format tersebut, atlet tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan kardio serta daya tahan tinggi. Kombinasi ini membuat konsep hybrid training dinilai relevan sebagai model latihan kebugaran jangka panjang.
Fenomena ini juga mulai menarik perhatian komunitas lari di Indonesia. Sekitar 50 hingga 60 persen rangkaian kompetisi HYROX terdiri dari aktivitas lari, sehingga banyak pelari mulai mencoba format latihan tersebut.
Arvo Training sendiri menerapkan pendekatan performance training yang terstruktur untuk mempersiapkan para anggota menghadapi kompetisi hybrid fitness. Program latihan dirancang terukur agar peserta dapat memantau perkembangan kemampuan mereka secara jelas.
Selain itu, studio fitness ini juga menyediakan program khusus bagi pemula yang ingin mulai mencoba hybrid training, dengan fokus pada peningkatan kekuatan otot dan daya tahan tubuh secara bertahap.
Hong Beom Seok mengungkapkan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia sejak menekuni olahraga HYROX sekitar tiga tahun terakhir. Ia melihat banyak atlet potensial yang dapat berkembang dan bersaing di level internasional.
“Saya melihat banyak atlet bertalenta di Indonesia. Dengan sistem latihan yang tepat dan kesempatan untuk belajar dari kompetisi internasional, mereka punya potensi besar,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para pemula agar tidak ragu mencoba olahraga ini. Menurutnya, kunci utama untuk berkembang dalam hybrid training adalah konsistensi latihan serta memahami teknik yang benar.
“Semua orang bisa melakukan HYROX. Bahkan di beberapa event internasional, peserta berusia hingga 70 tahun pun ikut berkompetisi,” pungkasnya. [can/beq]






