Surabaya (beritajatim.com) – PT Honay Ajkwa Lorentz, perusahaan yang berencana membangun pabrik semen dan keramik di Papua, semakin serius dalam mewujudkan proyek ambisiusnya. Bahan baku utama tailing berasal dari PT Freeport Indonesia di Papua.
Demi memudahkan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari investor hingga calon karyawan, PT Honay Ajkwa Lorentz sengaja membuka kantor cabang di Jawa Timur, yaitu Sidoarjo. Jawa Timur memang menjadi penghubung paling strategis untuk bisnis di wilayah Indonesia Timur.
Pabrik bernilai investasi sekitar Rp 3,1 triliun dengan menerapkan sistem kerja sama bagi hasil.
“Di kantor cabang ini pula kami akan melakukan pelatihan dan pembekalan kepada para karyawan maupun calon karyawan kami yang akan bertugas di pabrik kami di kawasan Nabire Mil, Samping Mayon 754 Timika, Papua Tengah,” kata Fenty Widiyawati, Direktur Honay Ajkwa Lorentz, usai kegiatan rapat kerja investasi di Movenpick Hotel Surabaya.
Rencananya pengembangan manajemen akan di mulai 20 Januari 2025 mendatang yang akan dilakukan di Surabaya. Di saat yang bersamaan juga akan digelar seminar pada pukul 13.00 – 17.30 yang akan dibuka oleh SM Albert, Direktur Tenaga Kerja dan Pemasaran TMP dan Hamdani, General Manager Honay Ajkwa Lorentz.
Selanjutnya, pada awal bulan Februari 2025, Honay Ajkwa Lorentz bersama TMP dan pemangku adat Panius Kogoya akan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama dan upacara adat Bakar Batu.
“Proses pembangunan kontruksi pabrik kami targetkan akan selesai pada tahun 2026. Pada tahap awal, produksi pabrik ini ditargetkan akan mencapai 21 juta ton semen,” ungkap Fenty.
Bahan baku yang digunakan merupakan produk limbah dari PT TMP. Honey akan bertindak sebagai pengempul limbah dalam ekosistem yang disiapkan, kemudian diolah menjadi semen dan keramik, dilanjut pendistribusian dan penjualan.
“Sebagai pasar, kami ingin memenuhi kebutuhan semen dan keramik di lokal Papua yang kami lihat potensinya akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang. Kami juga membidik pasar ekspor ke negara tetangga Papua, dalam jangka panjang setelah lima tahun operasional mendatang,” beber Fenty.
Diakui Fenty, saat ini kebutuhan semen dan keramik di Papua banyak dipenuhi dari Jawa melalui daerah kawasan Indonesia Timur lainnya seperti Papua dan Ambon, yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena ongkos distribusi.
Hal itu juga membuat penyerapan kebutuhan semen dan keramik di daerah ini menjadi kecil. Dengan ada pabrik semen dan keramik di Papua, harga produksi dan distribusi menjadi lebih rendah, sehingga harga di pasaran bisa terjangkau.
“Apalagi pabrik kami juga mentargetkan membuka lapangan kerja antara 500 hingga 900 orang secara bertahap,” tandasnya.[rea]







2 Komentar
Alamat PT honey ajkwa lorenz di Sidoarjo dimana ya
Alamatnya dimana ya tepatnya, di google ngga ke detek