Jember (beritajatim.com) – Mobil dinas yang biasa digunakan organisasi perangkat daerah (OPD) dan kantor kecamatan ditarik. Penarikan untuk dijadikan kendaraan homecare bagi warga miskin di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hal ini disampaikan Bupati Muhammad Fawait, saat meluncurkan program homecare bagi warga miskin, di Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026).
“Kami nekat, hanya mampu membeli sepuluh unit mobil baru untuk pelaksanaan homecare. Kami hitung, kurang 40 unit Bagimana? Kami muter-muter. Akhirnya Innova mobil Kepala OPD kami tarik untuk bisa digunakan homecare,” kata Fawait.
Tak hanya mobil dinas OPD, mobil dinas camat pun ditarik untuk diserahkan ke tiga rumah sakit daerah di Jember, yakni RSD dr. Soebandi, RS Kalisat, dan RS Balung. “Insyaallah kami serahkan ke tiga rumah sakit untuk mengantarkan warga yang tidak mampu, setelah selesai perawatan, ke rumah masing-masing,” kata Fawait.
Ide program homecare ini tercetus setelah Fawait mendapat informasi, bahwa masyarakat tidak mampu tetap enggan berobat ke rumah sakit dan puskesmas walau sudah ada program Universal Health Coverage Prioritas karena persoalan biaya hidup. “Alasannya kalau mereka berangkat butuh biaya, dan saat keluarga ditinggalkan, siapa yang cari makan,” katanya.
Dengan kata lain program homecare ini melengkapi program Universal Health Coverage Prioritas yang sudah diluncurkan pada 1 April 2025 bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Homecare adalah layanan kesehatan jemput bola yang dilakukan 50 puskesmas dan tiga rumah sakit daerah. Kurang lebih 1.200 orang petugas kesehatan dikerahkan mendatangi rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan dasar dan memfasilitasi layanan telemedis dengan dokter umum, dokter spesialis, dan bahkan dokter subspesialis tanpa harus meninggalkan rumah.
“Dan saya memimpikan, nanti setelah diperiksa, kami akan berikan sembako untuk dimakan bersama keluarganya,” kata Bupati Fawait.
Fawait berterima kasih kepada para tenaga kesehatan yang membantu terlaksananya homecare. “Mereka berkomitmen membantu negara untuk hadir di tengah-tengah keluarga yang tidak mampu. Kalau orang kaya punya dokter keluarga, di Jember kita sedang berikhtiar warga yang tidak mampu, warga miskin juga punya dokter keluarga, punya dokter pribadi,” katanya. [wir/but]






