Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bangunan home industri sepatu di Jalan Timbangan, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (29/1/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB ini mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp300 juta.
Kapolsek Sooko, AKP Syaiful Isro’, mengonfirmasi bahwa api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran besar di bagian atap gudang. Lokasi kebakaran tersebut berada tepat di area belakang rumah milik warga bernama H. Sodik.
“Sekira pukul 01.30 WIB warga mengetahui gudang produksi sepatu sudah terbakar,” ungkap AKP Syaiful Isro’ saat memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian. Pemilik gudang, H. Sodik, mengaku baru terbangun setelah mendapatkan informasi dari istrinya bahwa bangunan di belakang rumah mereka sudah dilalap api.
H. Sodik segera melaporkan musibah tersebut kepada Kepala Dusun (Kadus) Kedungmaling agar segera mendapatkan bantuan dari pihak berwenang. Sementara itu, Rudianto selaku penyewa gudang pabrik sepatu tersebut baru tiba di lokasi saat api sudah membakar sebagian besar area produksi.
Gudang yang terbakar merupakan area vital yang berisi berbagai mesin industri, cairan lem yang mudah terbakar, serta tumpukan bahan baku sepatu. Bahan-bahan tersebut memicu api berkobar sangat cepat sehingga menyulitkan upaya pemadaman awal oleh warga secara mandiri.
Petugas pemadam kebakaran tiba di titik lokasi sekitar pukul 02.15 WIB untuk melakukan tindakan pemadaman secara intensif. Sebanyak lima unit armada dikerahkan, yang terdiri dari empat unit PMK Kabupaten Mojokerto dan satu unit armada bantuan dari PMK Kota Mojokerto.
Kerja keras tim pemadam membuahkan hasil setelah api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 03.25 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan hingga pukul 06.15 WIB guna mengantisipasi munculnya titik api baru dari material yang tersisa.
AKP Syaiful Isro’ merinci sejumlah aset produksi yang hangus terbakar, mulai dari 15 unit mesin jahit hingga berbagai bahan mentah. “Terdapat satu unit mesin pres, dua unit mesin cutting, dua unit mesin injek, lima roll bahan sepatu, hingga sepuluh karung bijih plastik bekas yang ludes,” ujarnya secara detail.
Selain itu, tiga karung sol sepatu dan lima galon lem sepatu juga tidak sempat diselamatkan dari kepungan api. Berdasarkan pendataan awal di lapangan, akumulasi kerugian yang diderita pemilik usaha diperkirakan menyentuh angka Rp300 juta.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang mengegerkan warga Desa Kedungmaling ini. Saat ini, penyebab pasti munculnya api di bagian atap gudang tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh tim kepolisian.
Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian untuk memudahkan petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi arus pendek listrik yang sering menjadi pemicu kebakaran di kawasan industri rumahan. [tin/beq]






