Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan ini, virus Human Metapneumovirus (HMPV) menjadi perbincangan hangat, terutama setelah kasusnya meningkat di beberapa negara, termasuk China.
Meski sering dianggap mirip flu biasa, HMPV bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Dokter sekaligus Kaprodi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Petra, dr. Cyntia Puspa Pitaloka, M.Kes., mengungkapkan bahwa virus ini sebenarnya bukan hal baru.
“HMPV sudah lama ditemukan dan lebih sering muncul di negara beriklim empat musim, terutama saat musim dingin. Virus ini sering menyebar bersamaan dengan virus pernapasan lainnya,” jelasnya.
Seperti virus pernapasan lainnya, HMPV menular melalui droplet atau percikan air liur dari orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, penggunaan masker dan kebersihan tangan tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.
Menurut dr. Cyntia, gejala infeksi HMPV umumnya ringan dan menyerupai flu biasa.
“Seperti gejala flu ringan pada umumnya, antara lain batuk, pilek, dan demam. Namun, pada individu rentan (anak di bawah lima tahun, lansia, atau penderita penyakit kronis), virus ini dapat menyebabkan gejala berat, seperti bronkitis, pneumonia, hingga gagal nafas,” jelasnya.
Di tengah penyebaran HMPV yang cukup luas, dr. Cyntia menegaskan bahwa tidak ada indikasi virus ini akan menjadi pandemi seperti Covid-19.
“HMPV tidak menyebar secepat Covid-19, dan gejalanya cenderung lebih ringan. Hal yang paling penting adalah tetap tenang dan menjaga imunitas tubuh,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap HMPV dipengaruhi oleh trauma akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada tetapi tidak panik berlebihan.
Untuk mengurangi risiko infeksi, ia pun menyarankan pola hidup sehat dengan metode “DOI”, yaitu Diet, Olahraga, dan Istirahat.
Dengan diet seimbang, Anda perlu mengonsumsi makanan bergizi dengan kalori yang sesuai kebutuhan. Hindari makanan tinggi gula dan lemak berlebih agar tidak mengalami obesitas, yang bisa meningkatkan risiko penyakit.
Selain itu, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari untuk meningkatkan sistem imun. Hindari terlalu banyak duduk atau bermalas-malasan.
Istirahat yang cukup juga tak kalah pentingnya. Pastikan tidur 7-8 jam per malam agar tubuh memiliki waktu untuk meregenerasi sel dan memperkuat daya tahan tubuh.
Selain itu, beberapa langkah pencegahan lain yang perlu diterapkan ialah rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker di tempat ramai. menjaga kebersihan lingkungan sekitar
Meski HMPV tidak seberbahaya Covid-19, virus ini tetap harus diwaspadai, terutama oleh kelompok rentan. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan, risiko penularan bisa diminimalkan.
“Kita sudah belajar dari pandemi sebelumnya. Kuncinya adalah tetap tenang, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menerapkan gaya hidup sehat,” tutup dr. Cyntia. [fyi/aje]






