Pamekasan (beritajatim.com) – Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki menilai timnya kehilangan fokus kala dibantai tuan rumah PSS Sleman dengan skor telak 4-0 pada pekan ke-17 Liga 1 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jum’at (27/12/2024) malam.
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab harus kebobolan 4 gol tanpa balas Elang Jawa, melalui Cleberson Martins pada menit 11′, D Dion pada menit 35′, Danilo Alves pada menit 59′, serta gol Gustavo Tocantins pada menit 65′.
Memang pada laga tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, sempat mencetak gol pada menit 3′ ke gawang PSS Sleman, melalui aksi Maxuel de Cassio da Silva. Namun gol cepat pemain asal Brasil, justru dianulir wasit karena dianggap terjadi pelanggaran kepada Fachruddin Aryanto sebelum gol tercipta.
“Gol cepat yang kami cetak ke gawang PSS Sleman, kemudian dianulir karena dianggap pelanggaran. Termasuk setelah wasit mengecek VAR dan gol dianggap tidak sah, justru membuat para pemain kehilangan fokus,” kata Rakhmad Basuki.
Padahal pada saat itu, pihaknya sangat berharap kondisi tersebut tidak pernah terjadi, sehingga laga akan berlangsung menarik. “Sebenarnya pertandingan sangat menarik, tapi pemain kami kehilangan fokus, terutama karena gol cepat kami dianulir wasit,” ungkapnya.
“Andai bisa bertatap, kami ingin gol yang dibatalkan tidak pernah terjadi. Bahkan kami yakin pertandingan akan berlangsung semakin menarik, karena fokus pemain tidak akan terganggu,” imbuhnya.
Akibat kekalahan tersebut, Lulinha dan kawan-kawan semakin bertahan di posisi dasar klasemen dengan torehan 9 poin berkat hasil 2 kali menang, 3 kali imbang, serta 12 kali menelan kekalahan dari 17 laga yang dijalani. [pin/beq]






