Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 57 guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti pelatihan menulis karya ilmiah yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) di Gedung Ki Hajar Dewantara.
Ketua DPKS Sumenep, Mulyadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pendidik. Menurutnya, hingga saat ini budaya literasi masih menjadi tantangan di dunia pendidikan Indonesia.
“Kondisi literasi peserta didik kita ini masih sangat perlu untuk terus ditingkatkan. Apabila minat baca rendah, tentu saja akan sulit melahirkan karya tulis yang baik,” katanya, Rabu (03/06/2026).
Ia meyakini bahwa menulis merupakan keterampilan yang lahir dari kebiasaan membaca secara konsisten. Karena itu, guru perlu menjadi teladan dalam membangun budaya membaca dan menulis di lingkungan pendidikan.
“Selepas pelatihan ini, kami berharap 57 guru yang jadi peserta ini bisa menjadi pelopor literasi di kecamatan masing-masing. Ini memang perlu istiqamah dan konsisten untuk terus berkarya dan menulis,” ujarnya.
Ia berharap agar pelatihan tersebut mampu menghidupkan kembali semangat menulis di kalangan guru. Baginya, satu karya tulis yang dihasilkan, dapat memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Dalam pelatihan tersebut, peserta didorong menyusun artikel ilmiah dengan tema pendidikan digital, pendidikan bahasa Madura, dan pendidikan ramah anak. [tem/aje]






