Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati nomor urut 1, diminta merawat toleransi dan harmoni antarumat beragama saat menyapa umat kristiani di Desa Sidorejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (11/10/2024). Sesuatu yang sudah dilakukannya selama 3,5 tahun memimpin Jember bersama Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Dalam perjalanan kampanye, Hendy tidak sengaja bertemu dengan umat kristiani yang berkumpul di rumah duka salah satu warga yang tidak jauh dari Gereja Kristen Jawi Wetan Gumuk Kembar. “Kewajiban saya untuk mampir, karena warga yang meninggal itu adalah warga saya,” katanya.
Bertemu dengan Hendy yang masih berstatus Bupati Jember yang tengah cuti, warga kristiani mencurahkan isi hati dan sejumlah permimtaan. “Mereka menyampaikan bahwa gereja mereka belum pernah mendapat bantuan. Gereja ini baru berdiri tiga tahun,” kata Hendy.
Hendy meminta kepada jemaat gereja untuk melayangkan surat kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jember dan Kementerian Agama untuk mengecek registrasinya. “Kalau nanti ada bantuan hibah, bisa mendapatkan,” katanya.
Hendy kagum dengan toleransi antarwarga di sana. “Mereka sangat kompak dengan muslim di wilayah itu, bergotong royong antara kaum muslim dan nasrani,” katanya.
Tradisi merawat toleransi sudah dikembangkan Hendy selama memimpin Jember bersama Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sejak dilantik pada 26 Februari 2021. “Saya sering menyampaikan kepada semua, bahwa Indonesia ini ada karena ada perbedaan. Kita saling menghormati perbedaan itu,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember selama ini memfasilitasi semua umat beragama sesuai kebutuhan masing-masing. Saat umat Katolik membutuhkan lokasi kompleks makam, Hendy segera memerintahkan jajarannya untuk menyediakannya di kawasan Kecamatan Patrang.
“Masyarakat sekitar luar biasa yang mayoritas muslim, membantu merapikan jalan untuk masuk ke makam. Ini yang membuat saya senang setengah mati kepada masyarakat Jember. Toleransi beragamanya istimewa,” kata Hendy.
Pemkab Jember saat ini tengah menyiapkan pemakaman di Cukil, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, untuk umat beragama non Islam. “Kami sudah persiapkan untuk tahun 2025,” kata Hendy.
Menurut Hendy, masyarakat Jember tidak perlu diajarkan soal toleransi. “Semua sudah berjalan dengan baik di Jember,” katanya.
Tak hanya untuk kaum nasrani. Pemerintah Kabupaten Jember juga membuka akses kunjungan lokasi religius bagi umat Hindu di Kecamatan Arjasa. “Kami juga memfasilitasi kawan-kawan umat Hindu di Watu Ulo untuk melaksanakan rangkaian kegiatan Nyepi, di Pantai Paseban. Sudah berjalan setiap tahun,” kata Hendy.
Terakhir, Hendy-Firjaun membuka akses bagi umat Hindu untuk mengikuti pawai budaya yang menampilkan ogoh-ogoh. Insentif juga tidak hanya diperuntukkan guru ngaji muslim, tapi juga guru-guru agama non Islam. [wir]






