Gresik (beritajatim.com) – Skuad Laskar Joko Samudro, julukan Gresik United, menjadi sorotan setelah kembali menelan hasil negatif di kompetisi Liga 3 Grup D. Rentetan performa yang belum stabil membuat tim gagal memenuhi ekspektasi manajemen. Situasi ini mendorong manajemen PT Gresik Usaha Bersama (GUS) selaku pengelola klub melakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi mencakup aspek teknis maupun non-teknis, mulai dari performa pemain, strategi tim pelatih, hingga kesiapan mental bertanding. Langkah ini diambil untuk memperbaiki kondisi tim agar tidak semakin terpuruk.
Manajer Gresik United, Thoriqi Fajrin, mengatakan tim masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
“Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan individu, melainkan sebagai langkah bersama untuk meningkatkan performa tim ke depan,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).
Melalui evaluasi tersebut, manajemen berharap Gresik United dapat segera bangkit dan kembali bersaing secara kompetitif di Grup D Liga 3.
“Di laga selanjutnya, kami berharap semua pemain memiliki motivasi lebih besar untuk memperbaiki hasil di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ungkapnya.
Saat ini, Gresik United menempati peringkat kelima dari enam peserta Grup D. Dari enam laga, tim meraih dua kemenangan dan empat kekalahan, mengoleksi enam poin. Gresik United telah mencetak enam gol dan kebobolan sembilan gol dengan selisih gol minus tiga. [dny/but]






