Surabaya (beritajatim.com) – Sejatinya yang dapat menghancurkan diri sendiri bukan hanya faktor eksternal. Kadang kebiasaan harian dari seseorang juga bisa jadi faktor yang merusak diri. Selain bisa membuat orang lain perlahan jauh dari diri Anda, Anda juga dapat ‘menghancurkan’ diri sendiri jika membiarkan enam sikap berikut ini ada dalam diri.
1. Bertahan Bersama Kenangan Menyakitkan
Kenangan pahit tentu selalu ada dalam kehidupan. Namun, Anda akan menghancurkan diri sendiri jika memilih untuk terus meratapi kenangan itu dan menolak untuk melangkah maju. Perlu diingat jika roda terus berputar dan hidup terus berjalan.
2. Memilih untuk Memendam Apa yang Dirasakan
Sebagai manusia, Anda tentu punya batas kesabaran masing-masing. Dan, sabar itu kadang kala jadi keputusan terbaik. Namun, jika Anda disakiti berkali-kali, dan memilih untuk diam, perilaku ini akan menghancurkan diri sendiri, cepat atau lambat.
3. Menyombongkan Diri, Seakan Anda yang Terbaik
Bangga, tentu boleh tidak ada yang melarang Anda untuk merasa bangga. Namun, bangga dan sombong itu memang batasannya tipis sekali. Ingat, bahwa di atas langit, masih ada langit lain yang membentang dengan luas. Jadi, akan selalu ada orang yang jauh lebih baik dari Anda.
4. Pikiran dan Sikap Berpusat Pada Hal Negatif
Tak bisa dihindari, Anda pasti pernah mengalami kejadian negatif. Meskipun sulit, sejatinya harus berusaha memusatkan pikiran kita ke arah positif, agar lupa, bahwa selalu ada sisi baik dari segala hal.
5. Mengunci Diri dari Orang Lain
Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu butuh orang lain, dari awal kita hidup, hingga akhir. Sudah sewajarnya untuk mengulurkan tangan orang lain dan menerima bantuan.
6. Bersikap Skeptis Secara Terus Menerus
Memang Anda harus memilih-milih ketika memutuskan untuk meletakkan kepercayaan pada orang lain. Tapi, bukan berarti harus terus mempertanyakan motif dibalik kebaikan orang lain. Memang tidak mudah menemukannya, tapi pasti ada orang lain yang bersikap tulus pada Anda.
Coba dari sekarang untuk hilangkan kebiasaan buruk ini, karena Anda juga berhak bahagia. (dan/ian)






