Pacitan (beritajatim.com) – Haru menyelimuti kedatangan Joko Nuryanto, warga Dusun Gemah, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, saat kembali pulang dan bertemu keluarganya di Pacitan. Anak pertama pasangan Bakri dan Wariyah itu akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah menjalani perawatan sejak 14 Januari 2026 lalu.
Joko diantar langsung oleh Ipda Purnomo yang selama ini turut mendampingi proses pengobatannya hingga kondisinya berangsur membaik. “Alhamdulillah,” ucap Wariyah sambil memeluk anaknya dengan haru.
Kepala Desa Gemaharjo, Harmanto, mengaku pihak keluarga dan pemerintah desa sempat putus asa menghadapi kondisi Joko. Pasalnya, Joko sudah berkali-kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, namun belum menunjukkan perubahan berarti.
“Luar biasa. Kami sebelumnya pesimis. Lebih dari 26 kali kami bawa ke rumah sakit jiwa, tapi masih sering ngamuk, membawa golok, bahkan pernah kami borgol dan ikat di tiang,” kata Harmanto, Kamis (7/5/2026).
Sementara itu, Ipda Purnomo mengaku sempat khawatir saat kondisi Joko menurun selama proses pengobatan. Ia bahkan terus berkomunikasi dengan pihak keluarga maupun Kapolres Pacitan terkait perkembangan kondisi pasiennya tersebut.
“Saya sempat takut karena kondisinya drop. Saya juga terus laporan kepada Pak Kapolres,” ujarnya.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi Joko perlahan membaik. Setelah menjalani pengobatan dan pendampingan intensif, kini ia disebut sudah mampu kembali beraktivitas normal.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proses pemulihan tersebut. “Kerja keras Pak Purnomo bersama rekan-rekan akhirnya membuahkan hasil. Sekarang yang bersangkutan bisa kembali normal,” kata AKBP Ayub Diponegoro Azhar. (tri/kun)






