Sidoarjo (beritajatim.com) – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-27 pada tahun 2025, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo menggelar serangkaian kegiatan religius dan kultural. Mulai dari ziarah ke makam para auliya Nahdlatul Ulama (NU), silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren, hingga pagelaran seni dan budaya lokal.
Ziarah ke makam para ulama dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Abdillah Nasih SM bersama Ketua Dewan Syuro KH Atho’illah. Sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo turut serta, di antaranya H. Dhamroni Chudlori, H. Usman, M. Rojik, H. Rizza Ali Faizin, Hj. Ainun Jariyah, serta para fungsionaris dan kader partai lainnya.
Rombongan berangkat dari kantor DPC PKB di Jalan Erlangga, Sidoarjo, dan berziarah secara maraton ke sejumlah makam ulama NU. Mereka melakukan tabur bunga dan doa di makam KH Abdy Manaf (pendiri Ponpes Al Chusnaini Kloposepuluh, Sukodono), KH Badrussholeh, KH Imron Hamzah, KH Sholeh Qosim, KH Faishol Ridwan, KH Usman Bachri, KH Hamim Lukman, KH Anas Al Ayyubi, dan KH Nasihuddin.
“Ini merupakan penghormatan kami kepada para auliyah. Berziarah ini kita harapkan pula mendapat keberkahan dari para ulama pada momentum Harlah PKB ini,” ujar H. Abdillah Nasih, Senin (21/7/2025).
Ketua DPRD Sidoarjo ini menegaskan bahwa tradisi ziarah kubur memiliki makna mendalam, baik dalam perspektif Islam maupun Nahdlatul Ulama. Tujuan utamanya adalah mendoakan ahli kubur, mengambil pelajaran hidup dari para ulama, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah dan para tokoh agama terdahulu.
“Lebih-lebih peran dan jasa ulama dalam membesarkan PKB sangat besar. Jadi kegiatan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kami untuk selalu mengingat perjuangan para kiai dalam menjaga umat, serta turut membesarkan PKB,” lanjutnya.
Sebelumnya, DPC PKB juga telah melakukan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Sidoarjo, seperti Ponpes di Junwangi, Tanggulangin, Sukolego, dan Lembaga Pesantren Al-Khozini Buduran. Kunjungan ini menjadi bagian dari refleksi untuk memperkuat konsolidasi organisasi partai.
Rangkaian Harlah PKB ke-27 juga diwarnai dengan lomba paduan suara Mars PKB dan lagu-lagu daerah. Lagu-lagu yang dilombakan antara lain “Lontong Kupang”, “Petis Sidoarjo”, dan lagu bertema “Gemah Ripah Loh Jinawi”.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap budaya lokal. Jangan sampai lagu-lagu khas Sidoarjo kalah gaungnya dibanding daerah lain,” tegas H. Abdillah Nasih yang akrab disapa Cak Nasih.
Sebagai puncak kegiatan, DPC PKB Sidoarjo akan menggelar doa bersama (Istighotsah) pada 22 Juli 2025 untuk memohon keberkahan dan kekuatan dalam menjalankan perjuangan partai ke depan. [isa/beq]






