Banyuwangi (beritajatim.com) – Penutupan jalur Gumitir akibat perbaikan infrastruktur memicu lonjakan penumpang kereta api tujuan Kabupaten Banyuwangi. PT KAI Daop 9 Jember mencatat kenaikan signifikan, terutama pada akhir pekan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan jumlah penumpang pada hari kerja (weekday) naik sekitar 5 persen, sementara akhir pekan (weekend) meningkat hingga 12 persen. “Transportasi kereta api menjadi alternatif mobilisasi masyarakat ketika jalur darat ini ditutup,” ujarnya.
Lonjakan penumpang didominasi pengguna kereta ekonomi, seperti KA Pandanwangi, Probowangi, Wijayakusuma, Logawa, Ijen Ekspres, Mutiara Timur, dan Blambangan Ekspres. Peningkatan tertinggi terjadi pada KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang, yang merupakan kereta bersubsidi dengan harga tiket terjangkau.
“Biasanya okupansi harian sekitar 70 persen, sekarang bisa naik 90 persen hingga hampir penuh,” tambah Cahyo.
Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, mulai Senin (11/8/2025) KAI menambah enam titik pemberhentian baru di Kabupaten Banyuwangi, yakni Stasiun Ledokombo, Sempolan, Garahan, Glenmore, Sumberwadung, dan Argopuro. Dengan tambahan ini, KA lokal di jalur tersebut kini berhenti di total 18 stasiun di dua kabupaten.
Penumpang dapat naik-turun dan membeli tiket langsung di loket enam stasiun tambahan tersebut, atau memesan secara online via aplikasi KAI Access. Penambahan pemberhentian KA Pandanwangi akan berlangsung hingga 30 September 2025. [alr/beq]






