Pacitan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan piagam penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa besar bagi daerah dan negara pada peringatan Hari Jadi ke-281. Momentum bersejarah ini terasa semakin bermakna karena pelaksanaannya bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadhan yang penuh kekhidmatan.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tulus atas dedikasi para tokoh dalam mengharumkan nama daerah. Prestasi luar biasa dari putra daerah tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat di tingkat nasional.
“Pada hari yang mulia ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan memberikan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau-beliau kepada daerah dan negara,” kata Indrata Nur Bayuaji dalam sambutannya.
Salah satu penerima penghargaan yang sangat inspiratif adalah almarhum Sudirno, sosok pengukir sekaligus pencipta gambar mata uang kertas Republik Indonesia. Pria bersahaja ini berasal dari Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, yang sukses menorehkan karya seni pada alat tukar resmi negara.
Sudirno tercatat mulai bergabung dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) pada 22 Juni 1965 melalui perjalanan yang unik. Ia awalnya merantau ke Jakarta hanya untuk menyusul sang kekasih di Asrama Brimob sebelum akhirnya meniti karier cemerlang sebagai perancang uang kertas.
Selain Sudirno, penghargaan juga dianugerahkan kepada almarhum Kartosemito, tokoh asal Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan yang memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan. Kediaman Kartosemito tercatat sebagai saksi bisu perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa dari tangan penjajah.
Rumah tersebut pernah digunakan sebagai markas gerilya Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam memimpin pasukan. Keberadaan markas ini menjadi simbol kuatnya kontribusi rakyat Pacitan dalam mendukung perjuangan para pahlawan nasional di masa lalu.
Bupati Pacitan menegaskan bahwa semangat yang ditinggalkan para tokoh tersebut harus menjadi teladan bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda. Keteladanan ini diharapkan mampu memacu semangat untuk mengangkat derajat Kabupaten Pacitan melalui berbagai karya dan pengabdian yang nyata.
“Kedepan, semoga keteladanan para tokoh ini dapat menumbuhkan semangat bersama dalam membangun Pacitan yang lebih maju,” ujarnya penuh harap.
Peringatan Hari Jadi ke-281 ini juga dihadiri oleh barisan mantan kepala daerah serta pimpinan DPRD Kabupaten Pacitan yang telah purna tugas. Kehadiran para tokoh senior ini menambah nuansa kehangatan dan penghormatan terhadap sejarah panjang kepemimpinan di tanah kelahiran Presiden ke-6 RI tersebut.
Sejumlah kepala daerah dari wilayah tetangga seperti Bupati Gunungkidul, Wonogiri, Trenggalek, hingga jajaran pimpinan Madiun Raya turut hadir memberikan ucapan selamat. Sinergi antarwilayah ini memperkuat posisi Pacitan sebagai mitra strategis dalam pembangunan di kawasan Jawa Timur bagian selatan.
Momentum peringatan yang beriringan dengan awal Ramadhan ini menjadi simbol refleksi mendalam sekaligus penguatan nilai kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat. Hari Jadi ke-281 ini menjadi titik tolak untuk melanjutkan pembangunan Pacitan dengan semangat persatuan yang lebih kokoh. [tri/beq]






