Magetan (beritajatim.com) – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari sektor pariwisata Magetan menyentuh angka Rp17.267.656.000. Jumlah itu sama dengan 89,65 persen dari target PAD pariwisata Magetan yakni Rp19.269.000.000. Capaian ini dihitung per hari ini Rabu (22/11/2023).
Kepala Bidang Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Eka Radityo mengatakan, sumber PAD pariwisata tersebut yakni Telaga Wahyu dan Telaga Sarangan.
“Pasca perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), target PAD dari sektor pariwisata tidak berubah. Yakni tetap, Rp19.260.000.000, dan kini sudah tercapai 89,65 persen per 22 November 2023,” kata Eka pada beritajatim.com, Rabu (22/11/2023).
BACA JUGA :LaNyalla Sebut Wajar Dana Desa Semakin Besar Tiap Tahun
Jika menilik laju PAD hingga saat ini serta masih ada libur Natal & Tahun Baru, maka PAD dari sektor pariwisata tahun 2023 dapat melampaui target.
“Optimis ya. Karena rentang libur antara tgl 23 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024. Kalau perkiraan kunjungan tertinggi bisa mencapai lebih dari 20.000 orang per hari. Rata-ratanya, 9.000 orang per hari,” paparnya.
Diketahui, total di tahun 2022, ada 927.923. Jika di tahun 2021, target pendapatan asli daerah dari wisata yakni Sarangan tidak mencapai target, tahun 2022 justru surplus. Tahun lalu, target PAD hanya tercapai Rp8,6 miliar dari target Rp12,5 miliar.
Tahun 2022, target PAD hanya Rp15 miliar namun terlampaui hingga Rp17,1 miliar. Pun, target Rp15 miliar sudah tercapai sejak akhir November 2022. Banyaknya pelonggaran dari pemerintah seiring menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Magetan membuat wisata Sarangan perlahan bangkit.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Joko Trihono menyebut jika Telaga Sarangan perlahan bangkit. Pihaknya, juga bakal menambahkan fasilitas shuttle car yang kini sudah diuji coba pada libur Nataru kali ini.
BACA JUGA:Kapolres Malang Imbau Masyarakat Waspadai Hoax di Pemilu 2024
“Benar PAD dari sektor wisata sudah surplus sampai 11 persen. Faktor utama jelas karena tahun 2021 lalu ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama 4 bulan. Tahun 2022, kan tidak ada PPKM, jadi sudah longgar. Kami uji coba shuttle car untuk antar jemput pengunjung dari parkiran sampai telaga dan ini gratis,” katanya, Minggu (1/1/2023).
Tercatat, ada 927.923 orang yang berkunjung ke Sarangan sepanjang 2022. Paling banyak yakni pada libur Idul Fitri 2022. (Fiq/Aje)






