Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga tembakau diprediksi akan terus mengalami penurunan. Salah satunya, karena pengaruh hujan sudah mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari terakhir.
Penurunan harga tembakau ini tidak sesuai yang diharapkan para petani yang sudah terlanjur menanam tembakau. Sebab, banyak petani beralih menanam tembakau pada musim kemarau ini lantaran harga jual sebelumnya tinggi.
“Harga tembakau kemungkinan akan terus mengalami penurunan dikarenakan hujan akhir-akhir ini telah terjadi hujan,” ujar salah seorang petani tembakau di Desa Bakulan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, Rudi, Rabu (11/9/2024).
Rudi mengungkapkan, banyaknya petani yang menanam tembakau, membuat harganya mengalami penurunan meskipun tidak signifikan.
Saat ini, harga tembakau kering rajang daun tengah dengan kualitas bagus dihargai sebesar Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogramnya. Jika dibanding tahun lalu senilai Rp47 ribu sampai Rp50 ribu per kilogramnya.
“Kata orang tua dulu, kalau tahun genap pasti harga tembakau turun, kalau tahun ganjil biasanya mengalami kenaikan. Tahun ini diperparah dengan turun hujan, pasti akan mengurangi kualitas tembakau dan harga turun,” pungkasnya.
Sementara diketahui, dampak kenaikan harga tembakau di tahun lalu membuat luasan lahan mengalami kenaikan. Pada 2024 luas lahan pertanian tembakau ada 15.959 hektar, meningkat 4.770 hektar dibanding pada 2023 hanya seluas 11.189 hektar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin mengatakan, jumlah luasan tanam tembakau tahun ini melebihi target. Target lahan tembakau tahun ini sekitar 12.892 hektar.
Dengan rincian, lahan tembakau jawa sekitar 2.339 hektare di 89 desa dan target jenis tembakau virginia 10.553 hektare di 117 desa. Total terdapat 206 desa dengan jumlah petani 47.507 orang.
Jumlah luasan tembakau hingga Agustus 2024 terdapat tambahan sekitar 45 desa dan jumlah petani 1.390 orang. Sehingga, total terdapat 251 desa dan jumlah petani 48.897 orang. Dengan total luas tanam tembakau mencapai 15.959 hektare per Agustus tahun ini.
Dia mengatakan, luas tanam tembakau meningkat karena beberapa wilayah yang sebelumnya tidak menanam tembakau, tahun ini menanam. Seperti, petani di Kecamatan Kapas, Trucuk, Margomulyo, Gayam, dan Kalitidu.
“Kenaikan harga tembakau yang terjadi sejak 2023 lalu juga mempengaruhi minat petani untuk menanam tembakau tahun ini,” katanya. [lus/ted]






