Ponorogo (beritajatim.com) – Sejak minggu terakhir bulan November harga telur ayam di Kabupaten Ponorogo naik. Di Pasar Legi Ponorogo, harga telur ayam terpantau naik sekitar Rp 2 ribu. Sehingga sekarang harganya menjadi Rp 28 ribu per kilogram.
Dengan naiknya harga telur ayam tersebut, sejumlah pedagang di Pasar Legi mengeluh bahwa omzetnya turun. “Naiknya sudah berlangsung kurang lebih 2 minggu terahir, sekarang harganya menjadi Rp 28 ribu per kilogramnya,” kata salah satu pedang telur ayam di Pasar Legi, Basori, Minggu (4/12/2022).
Basori mengungkapkan bahwa pasca kenaikan harga itu, justru omzet penjualan telur ayamnya menurun. Jika sehari sebelum harga naik, Basoribisa menjual telur ayam sebanyak 30 kilogram. Kini setelah harga telur ayam naik, sehari hanya bisa laku sekitar 25 kilogram. “Sejak harganya naik, penjualan telur ayamnya malah turun,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”harga-telur”]
Basori juga mengungkapkan bahwa telur yang beredar saat ini merupakan kiriman dari luar daerah, seperti dari Kabupaten Blitar atau Kabupaten Tulungagung. Hal itu dikarenakan peternak ayam petelur di Kabupaten Ponorogo jumlahnya tidak sebanyak di daerah lain. Nampaknya, peternak lokal belum mencukupi kebutuhan di Ponorogo. “Mungkin jelang natal dan tahun baru, permintaan telur ayam meningkat,” katanya.
Sementara itu, Erna Aminin salah satu pembeli ayam petelur mengakui bahwa harga ayam petelur naik. Meski begitu dirinya tetap membelinya, kendati mengurangi jumlah pembelian. Sebelum naik, Erna membeli minimal 1 kilogram, kini dikurangi menjadi setengah kilogram. “Ya tetap beli walau harganya naik. Soalnya anak senang sekali kalau makan lauknya telur. Ini belinya dikurangi,” katanya.
Baik pedagang maupun pembeli berharap harga telur ayam kembali turun ke harga biasanya. Supaya tidak memberatkan konsumen telur ayam dari rumah tangga. Selain itu, juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat. “Kadang ada pembeli yang minta telur ayam retak tapi masih layak konsumsi. Biasanya harganya lebih miring, kalau tidak ada telur ayam retak, mereka tidak jadi beli,” pungkas Basori. [end/suf]






