Sumenep (beritajatim.com) – Harga minyak goreng curah di pasar tradisional Sumenep awal pekan ini melonjak. Biasanya stabil di harga Rp 19.000, saat ini naik menjadi Rp 21.000 per kg.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil mengatakan, naiknya harga minyak goreng curah tidak hanya terjadi di Sumenep. Di beberapa daerah, juga terjadi hal yang sama.
“Informasinya, kenaikan harga minyak goreng curah ini didorong oleh lonjakan harga Crude Palm Oil (CPO) global dan ketegangan geopolitik,” katanya, Senin (13/04/2026).
Selain minyak goreng curah, komoditas yang mengalami kenaikan harga awal pekan ini adalah cabai merah besar. Pekan lalu harga cabai merah besar Rp 30.000 per kg, sekarang naik menjadi Rp 34.000 per kg.
“Kenaikan harga cabai merah besar itu bisa jadi karena sudah beberapa kali masa panen. Jadi produksinya mulai berkurang, dan kualitas panennya nenurun. Biasanya cabai merah ini besar-besar. Sekarang mulai kecil-kecil, tidak super seperti biasanya,” papar Idham.
Sedangkan untuk cabai rawit, stabil di harga Rp 60.000 per kg. Harga bawang awal pekan ini juga stabil. Bawang merah Rp 40.000 per kg, dan bawang putih Rp 30.000 per kg.
“Untuk harga gula pasir stabil Rp 18.000 per kg. Untuk harga beras juga stabil. Beras kualitas premium Rp 14.600 per kg, dan kualitas medium Rp 13.000 per kg,” ujarnya.
Idham menjelaskan, untuk harga komoditas daging awal pekan ini juga relatif stabil. Harga daging sapi Rp 130.000 per kg, daging ayam broiler Rp 40.000 per kg, dan daging ayam kampung Rp 80.000 per kg.
“Harga telur juga tidak mengalami kenaikan, tetap seperti pekan lalu. Untuk telur ayam ras Rp 28.000 per kg, dan telur ayam kampung Rp 48.000 per kg,” jelasnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/aje)






