Lamongan (beritajatim.com) – Harga jual kerapu hybrid yang dibudidayakan di kawasan lahan tambak Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kembali menggeliat usai dihantam pandemi.
Kini, harga ikan kerapu pun mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, yakni mencapai 40 persen dari penjualan sebelumnya saat pandemi.
Salah satu pengelola tambak kerapu asal Dusun Cumpleng Desa Brengkok, Andrey mengatakan, bahwa saat ini harga kerapu sudah sangat lumayan bersahabat. Sehingga, para petani tambak tak lagi harus was-was dengan kondisi saat ini.
“Iya mas, harganya naik. Saat pandemi merajalela, harga kerapu hanya Rp 65 ribu, Namun sekarang mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu per kilogramnya,” ujar Andrey kepada wartawan, Senin (24/1/2022).
Menurut Andrey, faktor utama menurunnya harga kerapu ialah adanya pembatasan masuknya kapal dari luar negeri karena pandemi, sehingga membuat pemasarannya hanya terserap pada pasar lokal saja.
“Distribusi ikan menjadi tidak optimal. Ini karena rendahnya permintaan dari penampung lokal akibat wabah Covid-19 yang memukul hampir seluruh sektor. Ekspor berhenti, restoran lokal juga kosong karena pembatasan,” terangnya.
Sementara untuk saat ini, meski harga ikan kerapu merangkak naik, Andrey mengaku, hanya menjual ikan kerapu dari hasil tambaknya untuk pabrik-pabrik.
“Saat ini ikan kerapu hanya dikirim ke pabrik yang ada di Banyuwangi, Jakarta, dan daerah lainnya di Jawa. Meski begitu, pendapatan petani tak merosot tajam seperti dulu,” bebernya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Ditambahkan oleh Andrey, ikan kerapu tak hanya bisa dijual dalam kondisi hidup saja, namun juga ikan kerapu yang kondisinya sudah mati. “Sedangkan untuk yang mati harga saat ini Rp 65 ribu,” imbuhnya.
Lebih jauh Andrey menambahkan, untuk jenis kerapu yang dibudidayakan di Desa Labuhan ini ialah kerapu cantik, cantang, merah dan lumpur dengan pengembangan teknik hybrid.
“Kami berharap, ke depan harga ikan kerapu tetap stabil. Supaya petani memperoleh pendapatan yang lumayan saat setiap kali panen,” harapnya. [riq/but]






