Surabaya (beritajatim.com) – Harga emas batangan pada Kamis, 1 Januari 2026, menjadi perhatian masyarakat di awal tahun baru. Sejumlah penyedia emas fisik dan digital seperti Pegadaian, Lakuemas, serta Logam Mulia mencatat pergerakan harga yang bervariasi, membuka peluang sekaligus pertimbangan bagi investor dan masyarakat umum.
Perbedaan harga antar platform kerap dimanfaatkan untuk menentukan momentum membeli atau menjual emas, yang selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi.
Di Pegadaian, harga emas batangan produksi Galeri24 dan UBS terpantau stabil dengan penyesuaian berdasarkan berat emas. Sementara itu, platform digital Lakuemas mencatat harga beli dan jual emas yang masih kompetitif. Adapun harga emas Logam Mulia hingga hari ini belum mengalami pembaruan dan masih mengacu pada data terakhir 31 Desember 2025.
Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Berdasarkan informasi resmi Pegadaian, harga emas batangan Galeri24 pada Kamis, 1 Januari 2026, dibanderol mulai dari ukuran 0,5 gram sebesar Rp1.331.000. Untuk ukuran 1 gram, harga tercatat Rp2.537.000, sedangkan ukuran 2 gram dijual seharga Rp4.999.000.
Sementara emas batangan UBS ditawarkan dengan harga sedikit lebih tinggi. Untuk ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.399.000, ukuran 1 gram berada di angka Rp2.588.000, dan ukuran 2 gram dipatok senilai Rp5.135.000.
Harga Emas Lakuemas Hari Ini
Di platform Lakuemas, harga beli emas digital pada Kamis, 1 Januari 2026, tercatat sebesar Rp2.376.000 per gram. Sementara harga jual berada di level Rp2.317.000 per gram.
Selisih antara harga beli dan jual ini menjadi salah satu indikator yang kerap diperhatikan, terutama oleh investor yang berorientasi pada transaksi jangka pendek.
Harga Emas Logam Mulia Terakhir
Hingga Kamis, 1 Januari 2026, harga emas di website resmi Logam Mulia belum diperbarui. Data terakhir masih mengacu pada Rabu, 31 Desember 2025. Saat itu, harga emas ukuran 0,5 gram tercatat Rp1.300.500, ukuran 1 gram Rp2.501.000, dan ukuran 2 gram berada di angka Rp4.942.000.
Secara umum, pergerakan harga emas di awal tahun 2026 menunjukkan adanya perbedaan antar penyedia, baik pada produk emas fisik maupun digital. Kondisi ini membuat pemantauan harga secara berkala menjadi hal yang krusial bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi maupun penyimpan nilai. [mnd/beq]






