Magetan (beritajatim.com) – Petani cabai di Magetan kini bisa tersenyum sumringah. Ini lantaran harga cabai yang tinggi membuat para petani mendapatkan banyak untung.
Seperti dituturkan Sadiyem, petani cabai Desa Getasanyar, Sidorejo, Magetan, Jawa Timur. Harga cabai di pasaran yang mencapai Rp100 ribu per kilogram sudah cukup memberinya untung.
Dia dan para petani lain menjual cabai ke tengkulak seharga Rp85 ribu per kilogram. Harga itu sudah cukup tinggi di tingkat petani.
Dengan harga segitu, Sadiyem sudah bisa menikmati untung dari sebelumnya yang hanya laku sekitar harga Rp60 ribu.
Saat ini, hasil kebunnya tak gagal panen dan tanamannya tidak diserang hama patek. Sehingga, tak banyak obat yang dia butuhkan untuk memelihara tanaman cabai.
“Kenaikan harga sudah terjadi sejak Idulfitri 2022. Di tingkat petani kini sudah Rp85 ribu, sebelumnya memang rendah harganya,” kata Sadiyem.
Sadiyem sendiri memiliki 1.700 batang pohon cabai yang dalam sekali panen bisa menghasilkan 70 kilogram. Cabai-cabai itu dijual ke tengkulak.
“Saat ini masih beruntung tidak seperti sebelumnya harganya cuma Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogramnya sekarang bisa Rp85 ribu,” lanjut Sadiyem.
Meski begitu, dia tak menampik.jika masih ada yang mengalami gagal panen. Sehingga, tak bisa menikmati tingginya harga cabai.
“Tidak semua petani (untung) karena banyak tanaman yang gagal juga. Karena curah hujan tinggi, cuaca buruk,” lanjutnya. [fiq/beq]






