Jombang (beritajatim.com)- Lahan cabai membentang luas di Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Minggu (5/1/2025). Tanaman itu bergoyang-goyang ketika ditiup angin. Sejumlah pekerja sedang berada di lahan tersebut.
Mereka memetik cabai yang sudah berwarna merah. Cabai itu kemudian dimasukkan ke dalam wadah khusus, lalu dipindahkan ke karung. Angin yang berhembus membuat para pekerja terlindungi dari sengatan matahari.
Dalam sekejab, berkarung-karung cabai sudah teronggok di tanggul sawah. Cabai itulah yang hendak dijual ke pasar terdekat. Walhasil, sejak dua minggu terakhir ini harga cabai terus meroket. Bahkan di pasaran sudah menyentuh Rp100 ribu per kilogram.
Tentu saja, kenaikan harga tersebut membuat Samsul Ma’arif (44) tersenyum lebar. Petani Desa Grobogan ini yakin kenaikan harga tersebut juga mendongkrak kesejahteraan petani. Sehingga kenaikan Harga yang tak terbendung itu bisa membuat petani untung.
Samsul bercerita, di atas lahan seluas 1.400 meter persegi, dirinya menanam sekitar 5.400 batang cabai. Walhasil, dia merawat tanaman itu dengan telaten dan melakukan panen setiap minggu.
Dalam sekali panen, lahan tersebut bisa menghasilkan 150 sampai 200 kilogram cabai. Pada awal panen, harga di tingkat petani antara Rp40 sampai 50 ribu per kilogram, Namun dalam beberapa hari terakhir ini harga melonjak hingga Rp80 sampai 90 ribu per kilogram.
“Sekarang, dengan banyaknya hujan, tanaman cabai mengalami masalah seperti layu akibat fusarium, antraknosa, dan patek. Makanya harganya mahal. Di tingkat petani saat ini harganya antara Rp80 sampai 90 ribu per kilogram,” kata Samsul.
Untuk itu, Samsul melakukan perawatan ekstra agar cabai tersebut terhindar dari gempuran hama. Yakni, perawatan dilakukan seminggu sekali dengan penyemprotan fungisida. Ini untuk mengatasi masalah jamur yang menyerang tanaman cabai.
Lantas berapa biaya yang dikeluarkan untuk perawatan tanaman cabai? Biaya yang dikeluarkan untuk menanam cabai dari awal hingga panen sekitar Rp12 juta. Besaran biaya tersebut untuk lahan seluas 1.400 meter persegi.
“Dengan harga yang meningkat, kami optimistis dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi cabai di masa mendatang. Tentu kenaikan harga ini juga kami nikmati. Karena biaya yang kami keluarkan juga tinggi. Banyak serangan hama,” pungkasnya. [suf]






