Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebulan terakhir petani cabai rawit di Banyuwangi dihadapkan dengan kondisi harga jual yang terus merosot. Saat ini, harga cabai rawit ditingkat pedagang hanya Rp 8 ribu perkilogram.
Kondisi ini jauh dari harga sebelumnya yang telah menyentuh Rp 65 ribu perkilogram. Hal itu membuat petani mulai khawatir. “Harganya mulai sebelum hari raya kemarin turun. Bahkan, dua hari sebelum lebaran dan 3 hari setelah lebaran harganya cuma Rp 8 ribu perkilogram,” kata Nur Yanto petani di Kecamatan Tegaldlimo.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/bupati-kediri-batasi-hotel-mas-dhito-kita-perbanyak-homestay/
Bahkan, sebelum hari raya pedagang sempat menolak membeli cabai rawit petani. Ada beberapa alasan, karena pasar tutup. “Jadi ya terpaksa kita jual selaku-lakunya saja. Karena kalau nggak cabai rawit mau dikemanain?,” katanya.
Kondisi ini semakin sulit lantaran, pasca lebaran petani sulit mencari buruh petik cabai rawit. Terlebih, mereka juga dikejar oleh usia buah cabai yang mulai memerah. “Cari buruh petik sulit karena masih suasana lebaran. Jika ada, harga cabai rawit kurang mencukupi untuk bayar upah,” katanya.
Petani berharap, harga cabai rawit kembali stabil sehingga dapat menyeimbangkan hasil dan upah. Terlebih untuk mencukupi kebutuhan biaya operasional cabai rawit. (rin/kun)






