Ringkasan Berita:
- Harga cabai merah di Pasar Sidoharjo Lamongan naik dari Rp50 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.
- Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit, bawang merah, dan sejumlah komoditas sayuran.
- Pedagang mengaku daya beli masyarakat mulai menurun akibat lonjakan harga.
- Cuaca yang masih sering hujan diduga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.
Lamongan (beritajatim.com) – Harga sejumlah komoditas bumbu dapur dan sayuran di pasar tradisional Kabupaten Lamongan terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Dari pantauan di Pasar Sidoharjo Lamongan, kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai merah. Harga komoditas tersebut melonjak dari Rp50 ribu menjadi Rp85 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan sebesar Rp25 ribu per kilogram. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, kini harganya berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram.
Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Untuk bawang merah berukuran kecil, harga saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Sedangkan bawang merah pilihan berukuran besar yang sebelumnya dijual Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo, Sutri, mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Ya pasti pengaruh mas. Belinya jadi sedikit, nggak seperti biasanya. Karena juga untuk keperluan lain,” kata Sutri, Jumat (29/5/2026).
Tidak hanya cabai dan bawang merah, sejumlah komoditas sayuran juga mengalami kenaikan harga.
Harga buncis yang sebelumnya Rp15 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp25 ribu per kilogram. Sementara wortel naik dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.
Adapun harga kubis juga mengalami kenaikan dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.
Para pedagang mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab lonjakan harga tersebut. Namun mereka menduga kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan memengaruhi hasil panen para petani.
“Kenapa kok naik, ndak tau. Naik semua kok. Mungkin karena hujan ini, jadi hasil panen kurang baik,” ucapnya.
Pedagang berharap harga berbagai komoditas kebutuhan pokok dapat segera kembali normal sehingga daya beli masyarakat dapat pulih dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali bergairah. [fak/beq]






