Jember (beritajatim.com) – Harga cabai dan beras mulai naik di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemerintah daerah mewaspadai dampak El Nino terhadap inflasi. Inflasi Jember dua bulan terakhir terus melandai.
Kewaspadaan terhadap El Nino ini dikemukakan Bupati Hendy Siswanto, dalan rapat Sinergi dan Kolaborasi Mingguan Setiap Rabo (Si Rambo), di gedung DPRD Kabupaten Jember, Rabu (16/8/2023).
“Minggu ini, ada dua komoditas yang mengalami kenaikan, yakni, cabai dan beras. Meski begitu, masih terkendali. Kami akan terus melakukan langkah strategis untuk terus melaksanakan langkah pengendalian agar tidak terjadi kenaikkan harga yang signifikan,” kata Hendy, sebagaimana dilansir Dinas Komunikasi dan Informatika Jember.
Langkah strategis itu juga termasuk antisipasi terhadap inflasi akibat fenomena alam El Nino. Hendy mengingatkan, fenomena El-Nino bulan ini mulai muncul lagi. “Oleh karena itu, kita perlu mengantisipasi untuk mencegah meluasnya fenomena ini,” katanya.
Hendy berharap komoditas bahan pokok penting (bapokting) menjadi perhatian semua pemangku kepentingan. “Jangan sampai terjadi kekurangan pasokan pangan,” katanya.
Hendy ingin perayaan Hari Kemerdekaan RI menjadi momentum perbaikan kondisi perekonomian di Jember. “Namun, yang tak kalah penting, lanjutnya, kita perlu perlu menekan berbagai hal yang mengakibatkan terjadinya inflasi,” katanya.
Keinginan tersebut tak berlebihan, mengingat kondisi inflasi di Jember kian melandai sejak Mei lalu. Setelah mengalami inflasi bulanan 0,24 persen pada Mei 2023, inflasi bulanan di Jember pada Juni turun menjadi 0,14 persen dan 0,11 persen pada Juli. Indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 117,32.
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, inflasi di Jember pada Juli lalu disebabkan perubahan kenaikan harga yang terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Namun inflasi dapat ditekan dengan penurunan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau inflasi sebesar 0,48 persen; kelompok pakaian dan alas kaki inflasi sebesar 0,13 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahar bakar rumah tangga inflasi sebesar 0,02 persen.
Ada pula kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami inflasi sebesar 0,05 persen; kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,02 persen; kelompok transportasi deflasi sebesar 0,27 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya inflasi sebesar 0,14 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran inflasi sebesar 0,12 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. [wir]






