Lamongan (beritajatim.com) – Harga blewah di Kabupaten Lamongan relatif tinggi saat Ramadhan tahun ini. Hal ini membuat para petani blewah di Kecamatan Sukorame sumringah.
Masa panen yang datang bertepatan dengan momen puasa Ramadhan membuat permintaan buah yang oleh masyarakat lokal biasa disebut garbis itu pun semakin meningkat. Aromanya yang khas, buah blewah menjadi salah satu pilihan favorit untuk berbuka puasa.
Tingginya permintaan pasar, membuat petani blewah di Kecamatan Sukorame dapat menikmati manisnya harga jual yang terbilang cukup baik.
“Saat ini termasuk tinggi, Rp5.000 per kilogram,” kata salah satu petani, Sutomo, Kamis (6/3/2025).
Sutomo mengungkapkan, jenis blewah yang ia tanam bersama petani lain di desanya adalah blewah blasteran.
Tingginya permintaan pasar, membuat blewah produksi petani di Kecamatan Sukorame ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal. Tapi juga dibeli tengkulak untuk dikirim ke berbagai daerah termasuk Jawa Barat hingga Jakarta.
“Kalau yang ke Jakarta itu tiap hari 2 truk. Satu teruk sekitar 10 ton,” tuturnya.
Lebih lanjut Sutomo menyampaikan, meskipun saat ini masih masuknmusim hujan, namun kualitas blewah para petani di Kecamatan Sukorame tetap terjaga.
“Kalau penyakit sih ada mas. Musim hujan seperti ini ada penyakit yang membuat buah jadi busuk. Kalau orang sini menyebutnya penyakit nyeng. Tapi masih bisa diatasi,” ucap Sutomo. [fak/beq]






