Pasuruan (beritajatim.com) – Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Pasuruan merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru. Tetapi, pengunjung pasar atau pembeli justru menurun.
Salah satu bahan pokok yang harganya naik adalah cabai. Dari data Siskaperbapo.com harga tiga jenis cabai sudah tiga hari berturut-turut mengalami kenaikan. Harga cabai merah keriting yang mulanya Rp21.441 menjadi Rp23.134 pada Jumat (13/12/2024).
Harga cabai merah besar yang juga mengalami kenaikan Rp1.234 per kilonya atau 4,81 persen. Sementara untuk harga cabai cabai rawit merah naik dari semula Rp30 ribu kini naik menjadi Rp30.500.
Kenaikan harga bahan pokok ini tak hanya dialami oleh cabai, namun sejumlah bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Seperti halnya telur ayam yang naik hingga 1,66 persen per kilonya yang kini menjadi Rp28 ribu.
Kenaikan harga ini diperparah dengan semakin sepinya pengunjung yang berbelanja di pasar tradisional. Hal ini diakui oleh Kepala Pasar Pandaan, Budi Santoso.
Budi mengatakan sejak Oktober 2024 lalu pasar tradisional sudah mengalami penurunan pembeli. Bahkan yang biasanya pada pukul 09.00 WIB pasar masih ramai, saat ini sudah sepi.
“Sebelumnya jam 09.00 WIB ini pasar masih ramai, tapi sekarang sudah sepi, jadi pedagang juga sebelum jamnya sudah tutup. Sudah sejak bulan Oktober seperti ini,” jelas Budi.
Budi juga berharap agar masyarakat lebih meningkatkan daya beli di pasar tradisional. Sehingga perputaran ekonomi dipasar bisa kembali seperti sebelumnya. [ada/beq]






