Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa pembangunan berkelanjutan butuh multidisipliner ilmu.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam International Conference of Unair Postgraduate School (ICPS) 2024 di ASEEC Tower, Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (11/9/2024).
Dalam forum tersebut, AHY menyampaikan gagasannya terkait bagaimana mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan multidisiplin ilmu. Tak hanya sekedar wacana, tapi juga melakukan aksi nyata.
AHY mengatakan, tahun 2013 Indonesia terlibat dalam penyusunan Sustainable Development Goals (SDGs) bersama negara-negara lainnya. Beberapa di antara tujuan yang ingin diwujudkan yakni terkait kemiskinan.
“Kemudian mengeradikasi kelaparan di dunia, hingga menjaga lingkungan. Hal ini menjadi tantangan kita ke depan bagaimana ekonomi maju, rakyat semakin sejahtera, tapi lingkungan tidak dikorbankan,” kata AHY.
Menurutnya, mewujudkan tujuan SDGs itu memerlukan pendekatan multidisipliner ilmu. AHY menyebut bahwa dalam mewujudkan solusi, termasuk policy yang baik dan tepat sasaran memerlukan berbagai disiplin ilmu.
“Tidak ada satu disiplin ilmu yang mampu menyelesaikan masalah di dunia hari ini dan ke depan. Diperlukan sebuah kombinasi sehingga akan dapat menghasilkan solusi yang efektif dan tepat sasaran,” kata AHY.
Ia optimis, melalui kepemimpinan transformasional dan SDM yang terus dipersiapkan, Indonesia akan mampu mewujudkan SDGs, termasuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Itu esensi dari pertemuan hari ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, AHY juga menyinggung terkait green area. Ia mendorong agar pemerintah daerah tak sembarangan dalam mengelola lahan. Tata ruang harus diatur dengan tidak mengkonversi seluruh lahan yang ada.
“Kita butuh sawah untuk bisa menghadirkan ketahanan pangan. Jangan semua terkonversi menjadi hunian industri. Tapi juga tidak boleh hanya karena tidak tepat tata ruangnya akhirnya kita lambat sekali pertumbuhan dan pembangunan infrastrukturnya,” tandasnya. [ipl/ted]






