Jember (beritajatim.com) – Kurang lebih 12 hari menjelang coblosan atau pemungutan suara, Partai Amanat Nasional semakin yakin bisa menguasai setidaknya lima kursi DPRD Kabupaten Jember dan berpeluang besar memperoleh satu kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Jember-Lumajang.
Hal ini dijelaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Abdus Salam, Jumat (2/2/2024). “PAN sudah melakukan survei tiga sampai empat kali. Kalau mengikuti survei PAN, sampai saat ini kami mendapatkan 5-6 kursi DPRD Jember,” katanya.
Sementara untuk kursi DPRD Jawa Timur, Salam masih bekerja keras untuk mengupayakan minimal satu kursi. “Untuk kursi DPR RI, insyaallah kalau dari PAN, kita dapat dengan posisi minimal di (papan) tengah. Survei ini bisa memotivasi dan menyemangati,” katanya.
Salam mengatakan, hasil survei internal menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui titik lemah PAN yang perlu dibenahi dengan kerja keras ekstra. “Ini memotivasi kami dalam memenangi kontestasi,” katanya.
Kendati berdasarkan hasil survei internal, PAN bisa meraih lima kursi DPRD Jember, Salam berharap partainya bisa merebut tujuh kursi. “Berarti kami harus kerja keras memenuhi target tujuh kursi,” katanya.
Berdasarkan sejarah pemilu sejak 1999 hingga 2019, kursi PAN di DPRD Jember selalu fluktuatif antara dua atau tiga kursi. PAN tidak pernah berhasil membentuk fraksi sendiri. Salam menyadari hal tersebut. Namun dia menegaskan, bahwa PAN Jember saat ini berbeda dengan kepengurusan PAN sebelumnya.
“PAN dari pusat sampai daerah sudah linier kerja kerasnya. Survei nasional PAN saja hari ini 5-6 persen. Dulu hasil survei kami satu koma atau dua persen sebelum pemilu. Namun hasil pemilu menunjukkan hasil lima persen ke atas. Kalau hari ini kami sudah enam persen, kami optimistis bisa 10 persen ke atas. Perolehan kursi di DPR RI, DPRD Jatim, DPRD Jember otomatis meningkat,” kata Salam.
Apalagi mesin PAN Jember sudah bergerak. “Pemilihan calon legislator sudah kami siapkan dengan baik. Di setiap daerah pemilihan, ada tiga atau empat caleg petarung. Tentu kami harus ekstra kerja keras agar tak terlena dengan survei,” kata Salam.
Apalagi janji pemberian bonus rumah dan uang Rp 500 juta untuk caleg yang memperoleh suara signifikan tidak dihapus. “Itu sudah dibahas di rapat kerja daerah dan ditandatangani seluruh pengurus. Artinya itu bukan janji omong kosong saja,” kata Salam. [wir]






