Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh muda NU, Ubaidillah Amin Mochamad (Gus Ubaid) menilai pujian Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan (LBP) kepada mantan Presiden BJ Habibie sudah sangat pas dan tepat.
“Ini supaya Warga Negara Indonesia, meneladani apa yang pernah dilakukan oleh BJ Habibie. Menurut saya bukan hanya BJ Habibie yang sering dipuji oleh Pak Luhut, tetapi Gus Dur dan Pak Harto juga. Sebetulnya Pak Luhut menurut pendapat saya, beliau ingin mengatakan kepada semua elit politik dan para intelektual, tirulah gaya mantan Presiden BJ Habibie yang tidak membuat gaduh ketika ada kebijakan pemerintah yang kurang pas atau salah,” kata Gus Ubaid, Kamis (29/7/2021).
Menurut Gus Ubaid, BJ Habibie menghubungi pemerintah (para menteri) untuk diajak bicara. Bahkan, BJ Habibie meminta kepada pembantu presiden untuk dipertemukan presiden, supaya presiden segera mengambil tindakan atau mengubah kebijakannya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gus-ubaid”]
“Dan, itu sangat menunjukkan adat ketimuran. Saya mendukung penuh apa yang dikatakan Pak Luhut dalam kapasitas sebagai menteri senior atau paling tua, juga senior di TNI. Mohon maaf, saya lihat ketika Pak SBY menjadi presiden, Pak Luhut tidak pernah celometan di media untuk mengkritik pemerintah yang notabene Pak Luhut lebih senior dari Pak SBY. Bahkan, saya pernah melihat di televisi di akhir-akhir periode Presiden SBY menjabat, beliau datang menemui Pak SBY bersama dua orang temen lettingnya,” jelasnya.
“Untuk memberikan masukan kepada pemerintah, jadi menurut saya nggak usah terlalu lebay dan cari-cari kesalahan pemerintah,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, Luhut dan SBY sama-sama lulusan Akademi Militer. Namun, SBY sebenarnya merupakan junior Luhut. Meskipun begitu, Luhut merasa tidak ada masalah soal etika, jika ada juniornya mengkritik senior secara terang-terangan.
“Ya dia kan mantan presiden, kita hormati lah. Saya enggak ada keberatan, saya bilang ke Pak Bambang (SBY) oke-oke lah hak beliau. Tapi semua hanya titip saja, pemimpin kalau selesai eranya, ya seperti Pak Habibie lah, mau duduk manis datang sekali-sekali kritik bolehlah. Tak perlulah merasa yang berkuasa saat ini di bawah kita,” ujarnya.
Meskipun begitu, Luhut kembali menegaskan bahwa pernyataannya tersebut tidak mengkritik SBY. Dia hanya ingin menegaskan posisi dan sikapnya setelah dikritik langsung oleh SBY. “Jadi saya tak ada mentang-mentang, dari dulu saya begini mereka tahu kok,” ujarnya menegaskan. (tok/kun)






