Pasuruan (beritajatim.com) – Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendapatkan protes dari sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) saat memantau alun-alun Kota Pasuruan. Kedatangan sejumlah PKL ini dipicu karena penertiban yang dirasa merugikan para pedagang.
Menurut koordinator PKL, Nur Hasan mengatakan pihaknya hanya akan berjualan saat bulan suci ramadhan saja. Setelahnya, para PKL akan pindah dengan sendirinya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PKL”]
“Kami sudah sepakat hanya untuk berjualan pada bulan ramadhan aja. Jika sudah selesai nanti kami akan pergi kok, simpel,” ucapnya kepada Gus Ipul, Senin (27/3/2023).
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menjelaskan bahwa dirinya akan menata kembali PKL dan juga tempat parkir. Sehingga menemukan solusi terbaik antara keduanya.
Gus Ipul menyampaikan ada tiga yang menjadi sorotan kedepannya. Diantaranya yakni penataan parkir, pemasukan terhadap APBD, dan juga PKL yang masih menutupi keindahan alun-alun.
“Tempat parkirnya kita akan tata agar tidak semrawut, terutama becak agar tidak mengganggu arus lalu lintasnya. Sedangkan untuk PKL rencana kita akan berikan rombong agar terlihat rapi,” kata Gus Ipul.
Penataan ini akan terus dilakukan uji coba sampai setelah lebaran berlangsung. Namun Gus Ipul masih belum bisa memastikan permasalahan ini selesai sampai kapan.
“Kita sudah mendengarkan keluhan pedagang yang berada di ruko, pedagang PKL sudah kami dengarkan. Lalu parkir dan sejumlah pihak yang menyampaikan keberatan sudah kami dengarkan,” jelasnya. (ada/kun)






