Jember (beritajatim.com) – Ada mitos bahwa calon dengan nomor urut 1 dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, selalu kalah. Namun calon wakil bupati petahana Muhammad Balya Firjaun Barlaman alias Gus Firjaun ingin mematahkan mitos itu.
Dalam Pilkada 2005, pemenangnya adalah nomor urut 2 yakni MZA Djalal-Kusen Andalas. Djalal-Kusen yang mendapat nomor urut 4 kembali menang lima tahun kemudian. Dalam Pilkada 2015, giliran Faida-Abdul Muqit Arief yang memperoleh nomor urut 2 yang menang. Lima tahun berikutnya, giliran Hendy-Firjaun yang mendapat nomor urut 2 yang menang.
“(Mitos) itu bagi orang yang, mohon maaf, imannya kurang kuat. Di mana-mana kalau kita bersyahadat ya begini (mengacungkan telunjuk kanan, red). Kedua, kami berharap nanti mitos itu akan terpatahkan dengan izin Allah SWT,” kata Firjaun, saat ditanya wartawan, usai acara rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon kepala daerah dan wakilnya, di aula Stikes Universitas dr. Soebandi, Senin (23/9/2024) malam.
Firjaun menegaskan, nomor satu adalah nomor terbaik. “Tidak ada nomor yang paling baik, pasti diawali dari nomor satu. Mohon maaf, bukannya mendahului (kehendak Tuhan). Semua yang terbaik pasti nomor satu. Kami berharap mudah-mudahan dengan nomor satu, kami menjadi yang terbaik yang digariskan Allah SWT,” katanya.
Berdasarkan hasil pengundian, Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman mendapatkan nomor urut 1. Sementara Muhammad Fawait-Djoko Susanto mendapatkan nomor urut 2.
“Nomor satu tentunya menjadi satu harapan untuk masyarakat Jember. Saya minta izin untuk menambah (masa pemerintahan) sekali lagi untuk memperbaiki Jember lebih baik lagi,” kata Hendy.
Firjaun mengingatkan bahwa proses politik pilkada sama sekali tak bisa diprediksi. “Kemarin kayaknya sudah tidak ada harapan. Eh tapi unpredictable. Ini untuk mengingatkan kami bahwa yang maha pengatur dan maha menentukan cuma satu yaitu Allah SWT,” katanya.
“Dan Bung Karno memberikan uraian luar biasa. Jagalah niat baik, maka alam semesta akan datang membantu kita,” tambah Hendy.
Dalam pidato sambutannya pada saat acara pengundian, Hendy memang mengutip kata-kata presiden pertama RI Sukarno. “Bung Karno pernah berkata: ‘jika kita memiliki keinginan yang kuat di dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.”
Hendy menyebut kutipan tersebut memiliki makna penting dalam perjalanan pilkada. “Luar biasa, alam semesta menyambut kami. Awalnya kami tidak akan ada tempat (dalam pilkada) di Jember. Demokrasi tidak ada. Ternyata eh ada. Ada kepala bantengnya. Ada PDI Perjuangan muncul dan itu nomor satu,” katanya. [wir]






