Malang(beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengaku sudah bertemu dengan Mawar (nama samaran) dan lembaga pendidikan tempat Mawar bekerja. Mawar adalah sosok guru TK yang terjerat utang pada 24 perusahaan pinjaman online dengan nominal Rp35 juta.
Warga Sukun, Kota Malang itu awalnya pinjam Rp2,5 juta dari 5 perusahaan pinjaman online dengan alasan untuk biaya pendidikan S1. Tetapi dia justru terjebak pada 24 perusahaan dengan alasan gali lubang tutup lubang untuk membayar utang di pinjaman online.
Karena tidak membayar, dia menerima teror dari Debt Collector. Teror yang dilakukan cukup membuat frustasi dan malu. Masalah ini diketahui oleh lembaga pendidikan tempat dia bekerja. Akhirnya dia diberhentikan sebagai guru TK di sekolahan ini.
[berita-terkait number=”5″ tag=”guru-tk”]
“Intinya saya sudah mendapatkan penjelasan. Langkah yang kami ambil biarkan dia tenang dulu sampai utangnya lunas. Kan sudah dibayar Wali Kota dan Baznas,” ujar Suwarjana, Kamis, (20/5/2021).
Suwarjana mengatakan, meski sudah diberhentikan oleh lembaga pendidikan tempat dia bekerja. Dinas Pendidikan Kota Malang menjamin akan memberikan pekerjaan di lembaga pendidikan yang lain.
“Kami jamin dia akan kembali bekerja sebagai guru TK. Kalau kuota guru TK negeri penuh akan kita carikan ke lembaga pendidikan yang lain yang swasta. Intinya dia tetap menjadi guru. Kita carikan ke tempat lain,” kata Suwarjana.
Mawar sendiri berharap bisa kembali mengajar sebagai guru TK setelah dipecat oleh lembaga pendidikan sebelumnya. Apalagi, dia akan di wisuda setelah menyelesaikan pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. Dia utang ke pinjaman online untuk meneruskan biaya pendidikan S1 karena syarat menjadi guru TK di lembaga sebelumnya adalah S1.
“Saya ucapkan terimakasih banyak ke lembaga pendidikan karena 13 tahun saya mengajar, mencari ilmu, dan mencari nafkah sudah memberikan kesempatan itu. Saya sudah mau wisuda jadi saya memohon ke Allah SWT untuk kembali mengajar di sekolah. Karena saya tidak bekerja lagi di sana,” tandasnya. (luc/kun)






