Surabaya (beritajatim.com) – Guru les ditangkap setelah dua gadis muda diduga dipukuli karena tidak menyerahkan pekerjaan rumah mereka, menurut polisi. Pada hari Rabu, polisi menerima informasi tentang insiden di kantor polisi Bhalswa Dairy, India.
Selama penyelidikan, pelapor menyatakan bahwa ketiga anaknya menghadiri ‘Kuldeep Sir Tuition Class’ di Mukundpur.
Seorang perwira polisi senior mengatakan bahwa ketika kedua putrinya kembali ke rumah pada hari Rabu, mereka berdua memiliki bekas luka di tubuh mereka.
Mereka berdua mengklaim bahwa guru mereka, Kuldeep, telah menyiksa mereka. Menurut petugas, pemeriksaan kesehatan dilakukan pada kedua anak, dan kasus diajukan berdasarkan pernyataan pelapor, setelah itu Kuldeep ditangkap pada hari Rabu.
Ketua Komisi Wanita Delhi (DCW) Swati Maliwal menuduh guru tersebut menyerang secara fisik dua gadis, berusia enam dan delapan tahun, karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka di timur laut Delhi.
“Gadis-gadis kecil berusia enam dan delapan tahun dikurung di sebuah ruangan dan dipukuli secara brutal oleh guru sekolah mereka karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Bekas luka di tubuh gadis-gadis itu menyayat hati. Saya mengeluarkan pemberitahuan kepada Polisi Delhi. Guru harus ditangkap,” tulis Maliwal dalam tweet dalam bahasa Hindi.
DCW mengatakan ayah dari dua anak itu telah memberi tahu mereka bahwa kedua putrinya mengambil pelajaran dari seorang guru di lingkungan mereka. Pada Rabu malam, ketika mereka kembali dari kuliah, mereka menangis deras, dan panel mengatakan bahwa seorang gadis bahkan tidak sadarkan diri.
Selama penyelidikan, gadis-gadis itu mengatakan bahwa guru sekolah mereka secara brutal memukuli mereka karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumah mereka.
Mereka menyatakan bahwa guru telah mengunci mereka di dalam sebuah ruangan dan memukul mereka dengan pipa plastik, kata DCW. Ada beberapa memar di tubuh mereka, dan gadis-gadis itu dibawa ke rumah sakit tempat mereka dirawat.
“Ini masalah serius,” kata panel itu. DCW meminta salinan FIR yang terdaftar dalam masalah tersebut bersama dengan laporan tindakan terperinci yang diambil pada 6 September. [adg/beq]






