Surabaya (beritajatim.com) – Suasana belajar tampak berbeda di SD Negeri 2 dan SD Negeri 3 Pajahan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali. Alih-alih mengajar seperti biasa, para guru di dua sekolah dasar itu antusias mengikuti penyuluhan Artifisial Intelligence (AI) untuk guru, yang digelar oleh tim dosen dan mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom., bersama para dosen Dr. Ir. Joan Santoso, S.Kom., M.Kom., Ong Hansel Santoso, S.Si., M.Kom., dan Ir. Tjwanda Putera Gunawan, M.Pd.
Mereka juga melibatkan tiga mahasiswa, antara lain Richard Gunawan, Gracia Krisnanda, dan Ivan Cahyadi Sutanto. Kolaborasi turut dilakukan bersama Zefanya Aditya Sabat Ekanugraha, S.Mat., guru dari SMTK Pelangi Kristus.
Dalam sesi penyuluhan, para peserta dikenalkan pada berbagai platform AI seperti Gemini, Nano Banana, hingga Google Veo dan Google Flow, teknologi yang bisa membantu guru menciptakan materi ajar interaktif, ilustrasi edukatif, dan animasi pembelajaran.
“Kami ingin menunjukkan bahwa AI bukan hanya milik kota besar. Guru di daerah pun bisa memanfaatkannya untuk membuat pembelajaran lebih menarik,” ujar Prof. Esther.
Tak hanya mendengarkan paparan, para guru juga berkesempatan mencoba langsung teknologi Virtual Reality (VR) yang dapat dikombinasikan dengan AI untuk mendukung metode pengajaran.

Kepala SDN 2 Pajahan, I Gusti Eka Putri Dewi Nitya, S.Pd., M.Pd., dan Kepala SDN 3 Pajahan, I Ketut Sujana, S.Pd.H., turut mengapresiasi kegiatan ini karena membuka wawasan baru tentang inovasi pembelajaran digital.
“Semoga pelatihan seperti ini bisa berlanjut. Kami jadi lebih percaya diri memanfaatkan teknologi di kelas,” kata I Ketut Sujana.
Melalui kegiatan ini, ISTTS dan Sekolah Menengah Teologi Kristen Pelangi Kristus berharap dapat terus memperkuat literasi digital di kalangan pendidik, sekaligus membawa semangat inovasi teknologi hingga ke pelosok sekolah dasar. [ipl/but]






