Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar ITS Prof Ahmad Rusdiansyah meneliti penyelesaian permasalahan transportasi dan distribusi logistik dalam bentuk pengembangan model, algoritma, dan komputer.
Orasi ilmiahnya berjudul ‘Transportasi dan Distribusi: Pengembangan Model, Algoritma, dan Aplikasi Komputer’. Tujuannya untuk menjawab permasalahan logistik di berbagai moda transportasi.
Moda transportasi itu meliputi darat, laut, udara, dan multimoda. “Selain itu, orasi ilmiah ini juga menjawab beberapa permasalahan terkait rantai pasok,” ungkap Doddy, sapaannya itu ditulis Sabtu (29/7/2023).
Metodologi penelitian yang dipakai meliputi 6 tahapan. Di antaranya permasalahan riil, pemodelan sistem, pengembangan algoritma, pengembangan prototipe aplikasi, percobaan, dan kesimpulan.
Dari enam tahapan tersebut dihasilkan 3 output penelitian tipikal, yakni logistics and supply chain management, operation research, dan software engineering.
Ia mengaku menghasilkan 4 kontribusi keilmuan yang terdiri dari Model Inventory Routing Problem (IRP), Container Loading Problem (CLP), Contemporary Scheduling Problem, dan Supply Chain Management.
BACA JUGA:
ITS dan PLN Bersinergi Luncurkan Rumah Tahan Gempa dari Limbah Debu
Kontribusi Model (IRP) sendiri, dikelompokkan lagi menjadi dua, yakni Model Integrated Inventory and Periodic Vehicle Routing Problem with time windows (IPVRPTW) dan Model IRP untuk Permasalahan Kontemporer.
IPVRPTW adalah model pengembangan untuk menentukan frekuensi kunjungan dan kombinasi baru kunjungan yang optimal. Batasan pada model ini mencakup kapasitas kendaraan, time windows, dan durasi rute.
Pada penelitian, model ini diaplikasikan pada 3 permasalahan, yakni distribusi semen, distribusi cat, dan distribusi gas dalam tabung. Sedangkan, model ITP untuk permasalahan komputer merupakan model untuk menyelesaikan masalah distribusi logistik.
“Permasalahan tersebut meliputi kompatibilitas cargo, kapal distribusi BBM, dan kondisi pasang surut sungai,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Prodi Kedokteran ITS Bersiap Terima Mahasiswa Baru
Selain kontribusi berupa Model IRP, ada juga CLP yang berkontribusi pada proses pengemasan kargo ke dalam kontainer. CLP bertujuan memaksimalkan jumlah kargo yang dimuat dengan tetap mempertimbangkan batasan, yakni basic geometric, kapasitas berat, stacking, dan stabilitas vertikal.
Gagasan ketiga adalah Contemporary Scheduling Problem. Ada 5 scheduling pada gagasan ini, yakni train scheduling, crane operation scheduling, aircrew and pilot scheduling, drone scheduling, dan crop rotation scheduling.
Gagasan terakhir adalah pada bidang supply chain management. Di sini, Doddy mengembangkan 3 model penelitian, yakni Joint Economic Lot-Sizing Problem (JELP), Model Predictive Analytics. “Dengan adanya tiga model ini, beberapa permasalahan di bidang supply chain dapat teratasi,” katanya. [ipl/beq]






