Mojokerto (beritajatim.com) – Ada yang berbeda dari resto yang terletak di Jalan Suromulang, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini. Semua menu yang disediakan menggunakan gula aren sebagai pengganti gula putih dan penyedap rasa sehingga memiliki rasa yang khas.
Gula aren yang berasal dari nektar bunga kelapa atau enau ini menjadi salah satu bumbu dapur yang dirajik untuk menu yang dihidangkan oleh Gula Aren Resto. Resto milik Benny Sampirwanto (58) dan sang istri Sri Mulyani (58) warga Surabaya ini menyajikan menu andalan seperti Iga Bakar, Penyet Iga dan Selat Solo dengan gula aren.
Semuanya menggunakan rajikan bumbu dari ibu tiga anak ini. Tentunya menggunakan gula aren yang mengandung sejumlah nutrisi penting, termasuk vitamin, mineral, dan serat. Sehingga ini yang menjadikan gula aren sebagai alternatif yang lebih sehat dan rasa yang lebih kompleks daripada gula putih.
Berada di samping traffic light Surodinawan, resto ini dengan mudah dicari. Meski dari luar terlihat kecil, namun saat pengunjung masuk ke dalam lokasi resto cukup luas dengan dua alternatif pilihan. Indoor atau outdoor. Lokasi parkir pun cukup luas sehingga tak salah menjadi jujugan keluarga dan rombongan.
“Awalnya karena dari keprihatinan di tahun 2020-2021 adanya pandemi, banyak yang nganggur. Ada saudara, tetangga nganggur. Saat itu, ada saudara tidak kerja karena pandemi jadi kita buka ini (Gula Aren Resto),” ucap Benny Sampirwanto (58), Minggu (8/10/2023).
Awalnya, resto yang dikelola bersama sang istri berkonsep outdoor. Namun seiring waktu dan pandemi sudah berlalu sehingga dikembangkan ke indoor. Ini juga berpengaruh ke jumlah menu yang ditawarkan, dari yang awalnya spasial Iga Bakar berkembang ke sejumlah menu andalan lainnya.
“Ada 10 orang mulai dari saudara, tetangga dan kita cari dari lulusan Tata Boga yang kita angkat sebagai karyawan. Alhamdulilah di tahun 2021, September pandemi sudah mulai berkurang. Masyarakat sudah diizinkan keluar rumah tapi dengan batasan-batasan. Awalnya menu Iga Bakar, inginnya spesialnya itu tapi seiring waktu harus ada update-update,” katanya.
Menu yang ditawarkan resto yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB ini mulai dari ayam dan daging dengan mengendepankan rasa. Untuk menjaga kwalitas rasa, sang istri secara langsung terjun memantau meski harus bolak-balik Mojokerto-Surabaya. Menurutnya, sang istri memang hobby masak dan hasil masakannya enak.
“Iya resep dari istri, tidak tahu (resep turun temurun) saya tidak pernah nanya tapi yang jelas menurut saya sebagai suami, masakannya enak. Dia otodidak tapi enak, keluarganya pinter masak tapi tidak ada yang buka resto. Ya itu, pandemi banyak yang nganggur dan katanya, ‘Yang terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain’ sehigga kita buka ini,” ujarnya.
Dari niat baik tersebut akhirnya, lulusan S-2 Ilmu Sosial (FISIP) Universitas Airlangga Surabaya ini bersama sang istri mendirikan resto di Mojokerto. Meski tidak berdomisili di Mojokerto, namun kakek dua cucu ini menuturkan, jika lahan resto yang ditempati tersebut merupakan milik pribadi sehingga ia tak lagi harus memikirkan sewa tempat.
“Ini lahan punya kita, istri saya orang Mojokerto. Betul tidak sewa tempat tapi kalau kita siap bisnis, saya punya teman orang China katanya dua tahun harus menghabiskan uang, untuk bayar karyawan, listrik. Alhamdulilah saya 1,5 bulan saya sudah BEP (Break Even Point) karena lahan sudah ada, untung tidak banyak tapi semua kan butuh waktu,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Benny, jika buka resto juga harus menentukan segmen. Menurutnya dari awal berdiri banyak konsumen datang dari grup, komunitas, instansi yang sifatnya datang berkelompok. Namun ia menampik jika konsumen yang datang merupakan mereka yang sudah menjadi relasinya selama ini.
“Nggak, mereka datang sendiri. Jadi strategis saya begini, kelompok grup yang datang saya buatkan video dan saya publis di youtube cannel saya, mereka senang dan datang-datang lagi. Ramai Sabtu-Minggu tapi liat tanggal juga, tanggal muda ramai. Untuk harga ada paketan, ada yang satuan dan nasi kotak,” urainya.
BACA JUGA:
Menteri Sandiaga Uno Cicipi Kuliner Khas Mojokerto
Benny ini menjelaskan, untuk paket keluarga mulai dari harga Rp140 ribu untuk lima orang dan Rp275 ribu untuk 10 orang. Untuk nasi kotak mulai harga Rp22.500 sampai Rp25 ribu, sementara menu andalan Iga Bakar plus nasi dijual dengan harga Rp35 ribu, Selat Solo Rp26.500 dan Iga Penyet plus nasi Rp35 ribu.
Sementara itu, sang istri Sri Mulyani (58) menambahkan, jika ia tak juga dikatakan hobby masak namun semua karena keluarga. “Kalau dikatakan hobby nggak juga, semua karena anak, kalau tidak saya masakkan tidak mau makan, bapak juga gitu. Beli katanya enak masakan mama, saya masak itu karena dengan hati,” tuturnya.
Hal tersebut yang ditularkan ke para karyawannya khususnya koki. Koki di Gula Aren Resto yang merupakan lulusan SMK Tata Boga tersebut kemudian didorong, utamanya di menu baru agar dilakukan tes rasa terlebih dahulu. Dari hasil masakan tersebut ia akan mengarahkan apa yang kurang dari masakan tersebut.
“Saya tiap masak tidak pernah pakai gula putih, untuk menyedapkan masakan orang-orang biasanya pakai penyedap rasa. Saya nggak, untuk mendapatkan rasa gurih itu dari garam. Dari pengalaman, masak pakai gula aren itu jadi enak. Ini yang saya kembangkan di resto,” pungkasnya.
Gula Aren Resto dengan slogan Rasa Asli Indonesia ini juga menyajikan berbagai menu minuman dan jajanan serta live musik. Konsumen juga bisa menyumbangkan suara di sini. Untuk alamat sudah ada google maps dan Anda juga bisa order online melalui aplikasi pemesanan makanan online seperti GoFood, cukup dengam ketik Gula Aren Resto pada menu pencarian. [tin/but]
![Gula Aren Resto Mojokerto, Sajikan Gula Aren di Tiap Masakan Salah satu menu andalan di Gula Aren Resto yang terletak di Jalan Suromulang, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/10/20231008_123442_zI6F6Uvf1x-1024x576.jpeg)








