Mojokerto (beritajatim.com) – Kirab Mojobangkit dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-106 Kota Mojokerto, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali digelar. Kirab diawali dengan Sumpah kebangkitan yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro.
Disusul dengan penampilan marching band Taruna Brawijaya dan berlanjut dengan penampilan barongsai Young Lion. Kirab dengan start di Alun-alun Wiraraja ini menampilkan tiga era yang ada di Kota Mojokerto, yakni era Majapahit, era Kadipaten Japan serta era perjuangan dan kemerdekaan.
Dalam sambutan, Mas Pj (sapaan akrab, red) menyampaikan Kirab Mojobangkit sebagai rangkaian Hari Jadi ke-106 Kota Mojokerto menjadi salah satu upaya dari Pemkot Mojokerto untuk melestarikan sekaligus mengembangkan wisata dan nilai-nilai tradisi luhur yang pernah ada di Bumi Majapahit.
“Ini akan menjadi kalender event tahunan dan saya harapkan penyelenggaraanya dari tahun ke tahun bisa dilaksanakan semakin bagus lagi, semakin meriah lagi,” ungkapnya, Sabtu (15/6/2024).
Melalui kegiatan tersebut, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini berharap dapat meningkatkan pendapatan warga, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Serta diharapkan penyelenggaraanya dari tahun ke tahun bisa dilaksanakan semakin bagus lagi.
“Semakin bagus lagi, semakin meriah lagi dan kesuksesannya tidak saja pada acaranya tapi juga pada perekonomiannya. Khususnya para pelaku UMKM di Kota Mojokerto semakin bergeliat,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga berpesan agar seluruh warga Kota Mojokerto tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Khususnya saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 27 November mendatang.
“Mari kita sambut Pilkada nanti dengan sukacita, jaga selalu kebersamaan, guyub rukun kalaupun ada perbedaan, kalaupun ada perselisihan tapi semua masih dalam bingkai kebhinekaan atau perbedaan itu dimaknai menjadi sebuah rahmatan lilalamin,” tutupnya. [tin/kun]






