Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah gudang tiner di jalan Lebak Jaya, Tambaksari, Surabaya ludes terbakar api, Jumat (21/07/2023).
Dari keterangan saksi-saksi, beberapa warga sempat mendengar suara letusan yang diduga berasal dari korsleting listrik. Kebakaran Gudang Tiner di tengah kampung padat penduduk itu berlangsung selama lebih dari dua jam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) kota Surabaya, Dedik Irianto menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan adanya kebakaran di gudang tiner Tambaksari pada pukul 05.51 pagi.
Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan mengendalikan api karena di dalam gudang berisi cairan mudah terbakar. Namun, Api berhasil dipadamkan dan pembasahan selesai pada pukul 08.14 pagi.
“Saat kebakaran tidak ada aktivitas di gudang. Hanya ada satpamnya saja,” ujar Dedik, Jumat (21/07/2023).
Untuk memadamkan api, petugas DPKP Kota Surabaya membutuhkan 18 unit mobil pemadam dengan bantuan suplai air dari dua tangki milik Dinas Lingkungan Hidup. Warga yang mengetahui gudang tersebut terbakar sempat berhamburan keluar rumah karena takut api menyambar.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” imbuh Dedik.
Baca Juga: Kebakaran Surabaya, Rumah di Kedung Rukem Ludes Dilalap Api
Dedik mengatakan jika bangunan yang terbakar hampir 90 persen. Sebelum kebakaran terjadi, aliran listrik di gudang sempat mati. Sebelum akhirnya menyambar tiner dan cat yang mudah terbakar. Kini penyebab pasti dari kebakaran masih diselidiki oleh tim inafis Polrestabes Surabaya.
“Dugaan sementara karena korsleting. Namun pastinya bisa tanya ke pihak kepolisian,” tutur Didik.
Sementara itu, Kapolsek Tambaksari, Kompol Ari Bayuaji memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dari pemeriksaan polisi, diduga api berasal dari tempat pengadukan cat.
“Sementara ada korsleting di ruangan pengadukan cat mas,” tuturnya singkat.
Perlu diketahui, dalam waktu kurang dari seminggu, 3 kebakaran terjadi di wilayah Tambaksari. Kejadian pertama pada Senin (17/07/2023) sebuah kamar di Jalan Ploso terbakar. Penyebabnya karena korsleting listrik yang berasal dari kipas angin di kamar. Dalam kejadian ini, satu korban dilarikan ke rumah sakit karena sesak nafas.
Kejadian kedua terjadi pada Rabu (19/07/2023) di Jalan Lebak Rejo. Kebakaran rumah dan warung itu memaksa petugas DPKP Kota Surabaya bekerja hingga dua jam. Kebakaran dipicu oleh salah satu penghuni rumah yang lupa mematikan kompor. Dalam kebakaran itu, tidak ada korban jiwa. (ang/ted)






