Jember (beritajatim.com) – Stadion Jember Sport Garden di Kabupaten Jember akan menjadi tempat dua pertandingan hari kedua kompetisi sepak bola Liga 3 Grup H Jawa Timur, Kamis (7/12/2023).
Pertandingan pertama pada pukul 13.00 WIB antara Persid Jember dengan Pasuruan United. Persema Malang dan Kresna Unesa Surabaya akan berhadapan pada pertandingan kedua, pukul 15.15 WIB.
Saat ini Persid dan Pasuruan United memuncaki Grup H saat ini dengan mengemas tiga angka. Persid menang 3-0 atas Persema Malang. Tiga gol dicetak Iwan Sampurno pada menit 3, Miftahul Husyen Rahmatullah pada menit 45, dan Putra Akbar Ramadhan pada menit 74.
Sementara itu Pasuruan United mengalahkan Kresna Unesa Surabaya 2-0 pada pertandingan pertama. Dua gol dicetak Sepnat Sagisolo pada menit 3 dan Mahdi Fatoni melalui titik putih pada menit 30.
Menjelang pertandingan kedua, pelatih Persid Misnadi Amrizal memperbaiki sentuhan bola pemain, terutama di area pertahanan lawan. “Lawan kami berikutnya adalah Pasuruan United yang menang 2-0 atas Kresna Unesa dalam pertandingan perdana. Mudah-mudahan kami bisa mengatasi mereka, syukur-syukur mengamankan tiga poin,” katanya.
Pelatih Pasuruan United Irfan Junaidi mengatakan, tidak ada pemain yang mengalami cedera serius sehingga bisa diturunkan pada pertandingan siang ini. “Namun ada beberapa pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan,” katanya.
Bagi Persema, kekalahan 0-3 di pertandingan pertama melawan Persid, harus segera dilupakan. Yan Bayu Saputra, kapten Persema, mengakui para pemain muda Laskar Ken Arok grogi bertanding di bawah tatapan mata pendukung Persid.
Yan berharap pemain bisa melakukan introspeksi dan membenahi kesalahan yang diperbuat dalam pertandingan pertama. “Kami harus menang terus dalam lima pertandingan selanjutnya,” katanya.
Dwi Karyawanto, pelatih Persema, menyebut ada sejumlah kelemahan pemainnya pada pertandingan pertama. Dia mengevaluasi taktik dan strategi yang digunakan. Tak mungkin baginya untuk memperbaiki total. “Kami sudah berada dalam kompetisi,” katanya.
Sementara itu, pelatih Kresna Unesa David Agus Prianto mengevaluasi lini depan dan pertahanan timnya. “Mereka kurang bisa memanfaatkan peluang. Pemain kami juga kurang tertib dalam mengorganisasi pertahanan,” katanya. [wir]






