Ponorogo (beritajatim.com)– Gema drum dan tiupan terompet menggema di Lapangan Sepak Bola Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kecamatan Mlarak, Ponorogo.
Santri-santri terbaik dari berbagai unit PMDG, tampil penuh percaya diri dalam Gontor Marching Band Competition 2025. Yakni sebuah ajang yang lebih dari sekadar lomba musik, tetapi juga wadah pembentukan karakter.
Pimpinan PMDG, Kiai Akrim Maryat, menegaskan bahwa marching band telah menjadi bagian dari tradisi panjang pondok sejak awal berdiri.
“Pembukaan Gontor Marching Band Competition merupakan ajang kompetisi bagi para santri yang didalamnya sarat dengan berbagai ilmu pendidikan, dimana sejarah marching band sendiri sudah ada semenjak pondok tersebut berdiri,” jelasnya, Selasa (16/9/2025).
Kiai Akrim Maryat mengungkapkan kegiatan ini menjadi ruang ekspresi. Selain itu juga sekaligus sebagai batu loncatan bagi santri, untuk berprestasi di level lebih tinggi. Sehingga nantinya akan melangkah lebih tinggi, yakni tingkat internasional.
“Dengan digelarnya Gontor Marching Band Competition, kami berharap dukungan dari semua pihak. Sehingga acara ini bisa berjalan sukses dan menjadi jembatan untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi yaitu internasional,” ungkapnya.
Kehadiran Kasdim 0802/Ponorogo, Mayor Inf Agus Budi C, menambah semangat peserta. Mewakili Dandim Letkol Inf Dwi Soerjono, Kasdim menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Gontor Marching Band Competition 2025.
“Terimakasih telah diundang pada acara yang sangat bermanfaat ini. Tentu merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Kodim 0802/Ponorogo,” katanya.
Lebih jauh, Dia menekankan pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan tersebut. Gontor Marching Band Competitionb2025 ini, juga sebagai salah satu sarana untuk membangun karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.
“Disamping sebagai ajang pengembangan bakat serta kreativitas, Gontor Marching Band Competition ini juga sebagai salah satu sarana untuk membangun karakter melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas, serta memupuk rasa persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air,” tegas Mayor Agus.
Bagi Kodim 0802/Ponorogo, keterlibatan dalam kegiatan ini, juga merupakan bentuk nyata pembinaan teritorial (Binter). Selain juga memperkuat komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat. Lebih dari sekadar kompetisi musik, Gontor Marching Band Competition 2025 hadir sebagai panggung pendidikan karakter, di mana setiap hentakan drum dan tiupan seruling menjadi simbol disiplin, kreativitas, serta semangat kebangsaan santri Gontor. (end/ted)






