Malang (beritajatim.com) – Gol semata wayang membuat Arema FC unggul 1-0 atas Borneo FC di final leg pertama Piala Presiden 2022. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (14/7/2022) malam, kedua tim bermain dengan tensi panas.
Tampil di depan ribuan penonton, Arema terus memberi tekanan sejak menit awal. Datang sebagai tamu, tidak membuat Borneo FC gentar menghadapi tuan rumah. Di menit ke-9 Borneo FC memberi tekanan, namun umpan yang dilepas Terens Puhiri tidak menemui sasaran. Semenit berselang, Arema coba membalas serangan lewat aksi Abel Camara, sayang tandukannya masih mudah diantisipasi.
Gol yang ditunggu publik tuan rumah akhirnya tercipta di menit ke 15. Berawal dari umpan Adam Alis ke Gian Zola, Zola lalu menchip bola yang diselesaikan dengan tandukan sempurna Abel Camara. Bola tidak dapat dibendung penjaga gawang Angga Saputro. Skor 1-0 membuat seluruh penonton di stadion Kanjuruhan bergemuruh.
Pesut Etam coba membongkar pertahanan Arema lewat serangan dari sisi kanan. Menit ke-19 umpan dari Terens Puhiri mengarah langsung ke kaki Stefano Lilipaly. Lilipaly sebenarnya coba mengirim bola ke arah Pato, namun tidak disambut dengan tepat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”piala-presiden”]
Setelah gol, Arema lebih banyak menunggu datangnya serangan dari Borneo FC. Sementara, tim tamu tampak tergesa-gesa mengalirkan serangan. Tidak ada ancaman efektif yang membahayakan gawang Adilson Maring hingga cooling break di menit ke-30. Menit ke 36, Rizki Dwi salah mengantisipasi umpan jauh Diego Michiels, bola jatuh di kaki Stefano Lilipaly. Beruntung bagi Arema FC karena Rensi Yaguchi memblok bola.
Eduardo Almeida mendapat kartu kuning lantaran melakukan protes keras di menit ke-39. Almeida memprotes keputusan wasit usai setelah melihat Gian Zola dijatuhkan. Tambahan waktu 5 menit diberikan official pertandingan. Pada menit ke menit ke-46 tandukan dari Stefano Lilipaly nyaris menembus jala gawang yang dijaga Maringa. Tapi, masih selamat lantaran tandukan Lilipaly mengenai kepala Rizki Dwi.
Pertahanan Arema mendapat serangan bertubi dari Pesut Etam, Hendro Siswanto melepas tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke 48, namun diselamatkan dengan lompatan dari Adilson Maringa. Tidak ada gol lagi tercipta hingga babak pertama berakhir, Arema FC unggul 1-0 atas Borneo FC.
Di awal babak kedua, Singo Edan memasukkan Rafli, Jayus Haryono ditarik keluar. Di kubu Pesut Etam, pelatih Milomir Seslija, Misbakhus Solikin masuk menggantikan Muhammad Sihran. Lima menit awal babak kedua, Borneo FC terus menekan pertahan Arema FC, meski tidak ada peluang berbahaya.
Pato melakukan skil individu saat menit ke-48, ia mengirim bola ke Lilipaly yang diakhir dengan tendangan, sayangnya menyamping di sisi kiri gawang Arema FC. Tuan rumah merespon serangan lewat kaki Adam Alis, dia mengirim umpan ke Dendi Setiawan. Tendangan keras Dendi diantisipasi Diego pada menit ke 59. Setelah itu, Adam Alis ditarik keluar digantikan Irsyad Maulana.
Borneo FC membangun serangan di menit ke-68, Siran berlari di sisi kiri. Bola lalu jatuh di kaki Terens Puhiri, namun ada Bagas Adi yang menghalau bola, sehingga menghasilkan tendangan pojok. Cooling Break babak kedua terjadi di menit ke 75, setelah jeda minum Ilham masuk menggantikan Dendi Setiawan di kubu Arema, sementara di tim tamu Terens Puhiri ditarik keluar, Arya Girian masuk.
Sergio nyaris menggandakan keunggulan lewat skema tendangan pojok pada menit ke-81, tapi tandukannya sedikit melebar di sisi gawang Borneo FC. Di akhir babak kedua, Arema mengurung pertahan Borneo FC tapi tidak membuahkan hasil. Tidak ada tambahan gol lagi tercipta pada tambahan waktu selama 6 menit. Gol tunggal membawa Abel Camara mengakhiri laga leg pertama Arema FC kontra Borneo FC dengan skor 1-0. (dan/kun)






